Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa. Tampilkan semua postingan

Cerita Dewasa Ditidurin Teman Papa



Cerita Dewasa - ni adalah pengalamanku waktu aku masih duduk di bangku SMU. Aku termasuk salah satu bunga sekolah di sekolahku n berprestasi di bidang seni. Rumahku sering didatangin tamu-tamu papaku, baik partner bisnis, karyawan atau temen.
Temen papa yg bernama Om Wawan sering datang ke rumah aku di sore hari, hanya sekedar ngobrol dan minum teh ama papa di kebun belakang rumahku. Konon, Om Wawan mempunyai sixth sense, bisa melihat dan melamar nasib, dan bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhluk2 halus.Kadang-kadang dia bawa anaknya atau istrinya juga, dan aku suka ikut nimbrung dgn mereka, topik apa aja mereka juga bahas. Om Wawan yg berkacamata tebal sudah lumayan tua, sekitar umur 65 thn, dan badannya agak gemuk dgn perut yg buncit dan napas yg bau. Tipe-tipe badan orang tua yang tidak fit lagi. Keriput di muka dan tangannya sudah terlihat jelas.
Om Wawan suka ngelirik aku, curi-curi pandang mukaku lalu badanku. Aku risih sekali apalagi yg ngelirik adalah temen papaku sendiri yg sudah tua. Aku hanya suka membalas Om Wawan dgn senyuman, dan berkata ,”Om, jgn lihatin Nini sampe gt dong, kan malu.” Om Wawan suka tersenyum mesum, “Habis Nini manis dan cakep sih, cowok yg mana gak suka liatin Nini.” Dan aku jadi tersipu malu.
Suatu Sabtu sore hari, seperti biasanya, Om Wawan datang ke rumah aku utk ngobrol ama papa, tp wkt itu papa dan mama sedang keluar, jadi aku yg ngobrol ama Om Wawan. Tiba-tiba Om Wawan tanya aku, “Nini gak perawan lagi ya?” Trus aku kaget dan diam aja, lalu Om Wawan bilang ,”Gak apa apa kok, jujur aja, Om janji gak kasih tau papa mama deh.” Aku diem aja dan merasa takut kalau Om Wawan bisa membaca pikiran aku. “Om sudah tau kok dari dulu, makhluk halus yg Om pelihara kasih tau ke Om, katanya kamu sudah gak perawan. Sudah banyak yg tidurin kamu. Dan ada penyakit di badan kamu.”
Aku jadi kaget ketakutan krn dikasih tau ada penyakit di dlm badanku, “Penyakit apa Om? Parah gak? Bisa disembuhin gak?”, tanyaku bertubi-tubi. “Yah, mayan parah lah” Aku hanya diem membisu karena sudah ketakutan. “Tp Nini gak usah takut, Om bisa sembuhin kok.” Aku agak lega ,”Oh ya? Gimana?” “Nini harus ikut instruksi Om tanpa bantah, bisa gak?” “Ok, Nini akan ikut semua instruksi dari Om.” “Nah, sekarang ambil segelas air putih buat Om.” Perasaanku bercampur antara takut dan nervous, pergi ke dapur utk ambil segelas air.
“Nih airnya Om” “Ok, Nini minum airnya dikit.” Aku merasa aneh tapi hanya turut aja disuruh minum lalu Om Wawan minum air yg baru aku minum. “Ini Om lagi mencoba membersihkan penyakit di dalam tubuh kamu. Sekarang julurkan lidah kamu. Om mau liat.” Aku menjulurkan lidahku, lalu Om Wawan menyedot dgn kuat lidahku. Ada sensasi aneh di dlm tubuhku. Lalu Om Wawan memasukkan tangannya di dlm celana dalamku, aku kaget! “Jangan takut, Nini. Om mau tau separah apa penyakit yg dijangkitin Nini. Ada makhluk halus di dalam tubuh Nini yg suka mengganggu kesehatan Nini.” Aku ketakutan dikasih tau ada makhluk halus di dalam tubuhku, jadi aku diem saja Om Wawan menyentuh vaginaku. Aku merasa enak Om Wawan menyentuh vaginaku, dan aku merasa vaginaku dah basah, Om Wawan mengeluarin tangannya dan menjilat jarinya yg basah, “Nini dah basah ya?” Trus aku diem saja, lalu Om Wawan menaikin kausku, dan mengeluarkan pentilku dari BH, lalu dia mengemut pentilku dgn kuat, aku merasa enak dan tanpa sadar aku sudah mendesah keenakan. “Ke kamar Nini yuk, biar Om lebih leluasa mengobati Nini.” Aku nurut saja ama kata2 Om Wawan.
Begitu di kamarku, Om Wawan melepaskan celananya ,”Nini, kulumin kontol Om!” Aku enggan mengulumin kontolnya karena keliatan bau n kotor kontolnya. “Katanya mau diobatin penyakitnya? Kulum kontol Om buat ngusir makhluk halus di dlm tubuh Nini.” Aku jadi nurut karena aku mau diobatin. Aku mengulum kontol Om yg lagi lemas ketiduran, aku mengemut kontol Om sampe mengeras dan Om Wawan mendesah keenakan ,”lbh cepat kulumnya… ashh ahhh… ngemut2 kontol Om lbh keras dan lebih cepat.” Aku ikut instruksinya dan menahan napas dr bau kontol Om. Om mendesah keenakan terus, lalu Om Wawan menyuruh aku telanjang, karena ini adalah upacara utk mengusir makhluk halus. Om merebahkan aku di atas ranjang lalu dia menciumin aku, dia melumat bibirku dengan ganas, menciumin seluruh mukaku, melumat pentil aku kuat lalu menjilati vaginaku ,”aashhhh… enak Om…. ah ahh ashh hmm… Om, aku ga tahan lagi Om, ahhhh ashhhhhhhhhh…. masukin kontol Om dong….” Tapi Om Wawan sengaja ga mo masukin kontolnya, dia masih bermain2 dgn vaginaku dgn lidah dan jarinya… sampe aku memohon mohon, “Om, cepet dong… masukin kontol Om ke dalam memekku, aku dah ga tahan lagi… ahh ahhhh… tolong Om… cepet masukin”
Lalu Om Wawan memasukin kontolnya di dalam vaginaku, “Oh… asiknya Om… ah ahahhh ashhhh” Om Wawan mengenjot pelan pelan, “Om, ahh ahh…. cepet dong ngenjotnya… ahhh ashhh ahhhhahhhh… lbh kuat dong…” “Wah, Nini binal sekali… Om baru tau…” Lalu dia mengenjot lbh cepat n kuat sambil melumat bibirku dan memeras tetekku kuat kuat. “Om lbh kuat meremas tetekku ahhhh ahhh”
Kita ganti posisi ke doggy style dan aku on top…. Om Wawan sangat lihai dlm permainan ini… dia membuat aku lupa diri dan merasa high sekali… kita berdua meraung raung keenakan di dlm kamar… ahhh aaaaaaaaaahhhhhsssssahhhhhhhhhihhhhhhh assshhhhh uhhhhhhhhahhhhha…..
“Nini, Om sudah mau keluar…. Om crut di dlm memek Nini yah” “Iya, Om… boleh ahh ahhhh cepet, ahhh Nini juga udah mau keluar ahh ahhhh” Om Wawan mengenjot lebih cepet dan kuat, ahhh ahhhh tiba2 tubuhnya megenjang, tandanya dia sudah keluarin spermanya di dalam vaginaku… lalu Om Wawan mengeluarin kontolnya dan meletakan di dalam mulutku, aku mengulum kontolnya dgn asik dan Om Wawan mengerang dgn asik dan bergetar-getar keenakan. Lalu kita berbaring sejenak sambil berciuman.“Besok-besok Om mau ngentotin Nini lagi utk bersihin tubuh Nini dari makhluk halus

Cerita Dewasa | Terbaring Lemas Ku Diperkosa Di Casting


Cerita Dewasa | Terbaring Lemas Ku Diperkosa Di Casting -Aku baru saja bangun tidur. Udara terasa segar setelah Jakarta diguyur hujan deras semalaman. Kukenakan kaos oblong tanpa lengan dan celana pendek ketat yang menampakkan lekuk-lekuk pantatku yang begitu menggiurkan. Aku berjalan ke halaman depan.


“Aha.. Koran baru sudah datang”, kataku dalam hati melihat surat kabar pagi terbitan hari ini tergeletak di dekat pintu pagar. Kuambil surat kabar itu. Langsung aku duduk di kursi di teras sambil membacanya. Sebagai mahasiswa fakultas ekonomi aku sangat menyukai berita-berita tentang perekonomian Indonesia termasuk krisis ekonomi berkepanjangan yang tengah melanda Indonesia. Kubolak-balik halaman-halaman surat kabar. Mataku tertumbuk pada sebuah iklan satu kolom yang cukup mencolok.


“Dicari, gadis berusia 17 sampai 25 tahun. Wajah dan penampilan menarik. Bertubuh ramping. Tinggi minimal 165 cm dengan berat yang sesuai. Dapat bergaya. Berminat untuk menjadi foto model. Peminat diharapkan datang sendiri ke **** (edited) Agency, Jl. Cempaka Putih **** (edited), Jakarta Pusat.”


“Aku bisa diterima apa nggak ya?” Aku bertanya dalam hati. Memang sih, kupikir-pikir aku memenuhi syarat-syarat yang diminta. Usiaku baru menginjak 20 tahun. Tubuhku ramping dengan tinggi 170 cm, seimbang dengan ukuran dadaku yang di atas rata-rata wanita seusiaku. Wajahku cantik. Teman-temanku bilang aku perpaduan antara Desy Ratnasari dan Maudy Kusnadi. Tapi menurutku sih mereka terlalu memujiku berlebih-lebihan.


Ah, coba-coba saja aku melamar. Siapa tahu aku diterima jadi foto model. Kan lumayan buat menambah penghasilan. Aku masuk ke dalam rumah, ke kamarku. “Pakai baju apa ya enaknya?” batinku. Ah ini saja. Kukenakan blus biru muda dan celana panjang jeans belel yang cukup ketat yang baru saja beberapa hari yang silam kubeli di Cihampelas, Bandung.


Mobil Feroza yang kukendarai memasuki jalan yang disebut dalam iklan. Ah, mana ya nomor **** (edited)? Nah ini dia. Rumahnya sih cukup mentereng. Di halamannya terpampang papan nama “**** (edited) Agency Photo Studio & Modelling. Menerima anggota baru.” Wah benar ini tempatnya. Kuparkir mobilku di pinggir jalan. Di sana sudah banyak bertengger mobil-mobil lain. Aku masuk ke dalam. Astaga! Di dalam sudah banyak cewek-cewek cantik. Pasti mereka juga adalah pelamar sepertiku. Sejenak mereka memandangku ketika aku masuk. Mungkin mereka kagum melihat kecantikan wajahku dan kemolekan tubuhku. Kucari tempat duduk yang kosong setelah sebelumnya mendaftarkan diriku di meja pendaftaran.


Gila, hampir semua tempat duduk terisi. Nah, itu dia ada satu yang kosong di sebelah seorang cewek yang cantik sekali, keturunan Indo. Wajahnya mirip Cindy Crawford. Kelihatannya ia sebaya denganku. Tapi astaga, ia memakai baju yang berdada rendah alias “you can see,” dan rok jeans mini yang cukup ketat, sehingga menampakkan pangkal payudaranya yang berukuran cukup besar. Ia nampak memandangku dan tersenyum. Melihatnya aku menjadi minder. Wah, sainganku ini top sekali. Apakah mungkin aku terpilih menjadi foto model di sini? Satu persatu para pelamar dipanggil ke ruang pengetesan, sampai si Indo di sampingku tadi dipanggil juga. Semua pelamar yang sudah dites keluar lewat pintu lain. Akhirnya namaku dipanggil juga.


“Hanny K**** (edited) dipersilakan masuk ke dalam.”
Aku pun masuk ke dalam dan disambut oleh seorang pria bertubuh agak gemuk.
“Kenalkan aku Adolf, direktur sekaligus pemilik agensi ini. Siapa nama kamu tadi? Oh ya, Hanny, nama yang bagus, sebagus orangnya. Sekarang giliran kamu dites. Coba kamu berdiri di sana.”
Aku pun menurut saja dan menuju tempat yang ditunjuk oleh Adolf, di bawah lampu sorot yang cukup terang dan di depan sebuah kamera foto.
“Coba kamu lihat-lihat contoh-contoh foto ini. Pilih lima gaya di antaranya. Aku akan mengetes apakah kamu bisa bergaya. Jangan malu-malu, don’t be shy!” kata Adolf sembari memberiku sebuah album foto. Aku melihat foto-foto di dalamnya. Ah ini sih seperti gaya foto model di majalah-majalah! Mudah amat! Lalu aku memilih lima gaya yang menurutku bagus. Setelah itu, jepret sana, jepret sini, lima gaya sudah aku berpose dan dipotret. Tapi Adolf belum mempersilakan aku keluar ruangan. Dia kelihatannya seperti berpikir sejenak.


“Nah, sekarang, Han. Coba kamu buka kancing-kancing bagian atas blus kamu. Nggak usah malu. Biasa-biasa aja lah!”
Kupikir tak apa-apa lah kali ini. Kubuka beberapa kancing atas blusku sehingga terlihat BH yang kupakai. Mata Adolf sekilas berubah saat melihat pangkal payudaraku yang montok. Lalu aku dipotret lagi dengan pose-pose yang sensual.
“Nah, begitu kan yahud. Sekarang coba buka baju kamu semuanya.”
Wah! Ini sih mulai kelewatan!
“Ayolah, jangan malu-malu!”
Sebenarnya dalam hati aku menolak. Akan tetapi biarlah, karena aku sejak kecil selalu mengidam-idamkan ingin menjadi foto model.


Dengan perlahan-lahan kutanggalkan blus dan celana panjangku. Mata Adolf tanpa berkedip memandangi tubuh mulusku yang hanya ditutupi oleh BH dan celana dalam. Aku sedikit menggigil kedinginan hanya berpakaian dalam di ruangan yang ber-AC ini. Namun Adolf tidak mengindahkannya. Ia malah menyuruhku menanggalkan busana yang masih tersisa di tubuhku. Ah, gila ini! Tapi cueklah, hanya berdua ini! Lalu dengan membelakangi Adolf, kulepas BH-ku. Kusilangkan tanganku di dada menutupi payudaraku.


“Han, masak kamu balik badan begitu. Bagaimana aku bisa mengetesmu.”
Aku membalikkan tubuh menghadap Adolf. Adolf menyuruhku menurunkan tangan yang menutupi payudaraku. Adolf terpana menyaksikan payudaraku yang montok dan berisi dengan puting susunya yang tinggi menantang berwarna kecoklatan segar, tanpa tertutup oleh selembar benang pun. Aku menjadi risih pada pandangan matanya. Adolf menyuruhku melepas celana dalamku. Ia semakin melotot melihat bagian kemaluanku yang ditumbuhi oleh rambut-rambut halus yang masih tipis. Sekilas kulihat kemaluan di balik celana panjangnya menegang.


“Nah, sekarang kamu diam di situ. Akan kuukur tubuhmu, apakah memenuhi syarat”, kata Adolf sambil mengambil meteran untuk menjahit. Pertama kali dia mengukur ukuran vital dadaku. Ia melingkarkan meterannya melalui payudaraku. Dengan sengaja tangan Adolf menyentil puting susuku sebelah kanan sehingga membuatku meringis kesakitan. Tapi aku diam merengut saja.


“Kamu beruntung memiliki payudara yang indah seperti ini”, kata Adolf sambil mencolek belahan payudaraku.
“Nah, sudah selesai sekarang.” Aku merasa lega. Akhirnya selesailah pelecehan seksual yang terpaksa kuterima ini.
“Jadi saya sudah boleh keluar?” tanyaku.
“Eit! Siapa bilang kamu sudah boleh keluar?! Nanti dulu, manis!”
Wah, kacau! Apa gerangan yang ia inginkan lagi?
“Susan!” Adolf memanggil seseorang.
Seorang gadis cantik keluar dari ruangan lain, telanjang bulat. Ya ampun, ternyata ia adalah cewek Indo yang tadi duduk di sampingku di ruang tunggu. Payudaranya yang montok bergantung indah di dadanya, seimbang dengan pinggulnya yang montok pula. Aku bertanya-tanya apa arti dari semua ini.


“Nah, sekarang coba kamu lihat, Hanny. Susan ini adalah satu-satunya pelamar yang berhasil terpilih. Mengapa? Sebab ia cocok dengan profil foto model yang saya inginkan untuk proyek kalender bugil yang akan saya edarkan di luar negeri. Kalo kamu ingin berhasil seperti Susan, kamu harus berani seperti dia, Han”, kata Adolf sambil menunjuk ke arah gadis cantik yang bugil itu. Astaga! Batinku. Aku harus dipotret bugil. Bagaimana pandangan orang-orang terhadapku nanti apabila foto-foto telanjangku sampai dilihat orang-orang banyak?! Tapi kan cuma diedarkan di luar negeri?!


“Baiklah, tapi kali ini aja ya”, aku menyanggupinya. Akhirnya aku dipotret dalam beberapa pose. Pose yang pertama, aku disuruh berbaring tertelentang dengan pose memanjang di atas ranjang, dengan membuka pahaku lebar-lebar, sehingga menampakkan kemaluanku dengan jelas. Pose kedua, aku duduk mengangkang di tepi ranjang sementara Susan menjilati liang kemaluanku. Pose ketiga, aku dalam keadaan berdiri, sedangkan Susan dengan lidahnya yang mahir mempermainkan puting susuku. Pose keempat, aku masih berdiri, sementara Susan berdiri di belakangku dan berbuat seolah-oleh kami berdua sedang bersenggama. Susan berperan sebagai seorang pria yang sedang menghujamkan batang kemaluannya ke dalam liang kewanitaanku, sedangkan tangannya meremas-remas kedua belah payudaraku yang indah. Dan aku diminta memejamkan mataku, seakan-akan aku sedang terbuai oleh kenikmatan yang tiada taranya. Semua itu adalah pose-pose yang membangkitkan nafsu birahi bagi kaum pria namun amat memuakkan bagi diriku.


Tiba-tiba kurasakan kedua belah payudaraku diremas-remas dengan lebih keras, bahkan lebih kasar. Aku meronta-ronta kesakitan. Aku menoleh ke belakang. Astaga! Ternyata yang di belakangku sudah bukan Susan lagi, melainkan Adolf yang sekarang tengah mempermainkan payudaraku dengan seenaknya! Entah Susan sudah ke mana perginya.


“Jangan, Pak! Jangan!” Aku memberontak-berontak sebisa-bisanya. Tapi semua itu tidak ada hasilnya. Tangan Adolf lebih kuat mendekapku kencang-kencang sampai aku hampir tidak bisa bernafas.
“Kamu memang benar-benar cantik, Hanny”, kata Adolf sambil mencium tengkukku sementara tangannya masih terus merambah kedua bukit yang membusung di dadaku.


Tiba-tiba dengan kasar, Adolf mendorongku, sehingga aku jatuh tertelentang di sofa. Melihat tubuh mulusku yang sudah tergeletak pasrah di depannya, nafas Adolf memburu bagai dikejar setan. Matanya melotot seperti mau meloncat keluar melihat keindahan tubuh di depannya. Kututup payudaraku dengan tanganku, tapi Adolf menepiskannya. Betapa belahan payudaraku sangat lembut dan merangsang ketika mulut Adolf mulai menjamahnya. Payudaraku yang putih bersih itu memang menggiurkan. Mulut Adolf dengan buas menjilat dan melumat bagian puncak payudaraku, lalu mengisap puting susuku bergantian, sehingga aku menggelinjang kegelian. Nafasku ikut memburu kala tangan Adolf mulai merayap ke selangkanganku, meraba-raba pahaku dari pangkal sampai lutut. Lalu betisku yang mulus itu.


Aku hampir-hampir tak bisa bernafas lagi ketika mulut Adolf terus mengisap dan menyedot puting susuku. Aku meronta-ronta. Tapi Adolf terus mendesak dan melumat puting susuku yang runcing kemerahan itu. Seumur hidupku, belum pernah aku diperlakukan sedemikian lupa oleh lelaki manapun, dan kini aku harus menyerahkan diriku pada Adolf.


Adolf mencoba mendorong batang kemaluannya masuk ke dalam liang senggamaku yang sempit. Ia sudah tak kuat lagi membendung nafsunya yang memuncak ketika batang kemaluannya bergesekan dengan liang kewanitaanku yang merah terbuka. Batang kemaluan Adolf akhirnya menghujam seluruhnya ke dalam liang kenikmatanku. Aku menjerit ketika liang kewanitaanku diterobos oleh batang kemaluan Adolf yang tegang dan panjang. Betapa perih ketika “kepala meriam” itu terus masuk ke dalam liang kewanitaanku, yang belum pernah sekalipun merasakan jamahan laki-laki.


Aku mencoba memberontak sekuat tenaga lagi. Tapi apa daya, Adolf lebih kuat. Lagipula aku sudah lemas, tenagaku sudah hampir habis. Terpaksa aku hanya dapat menerima dengan pasrah digagahi oleh Adolf. Dan akhirnya, aku merasa tak kuat lagi. Setelah itu aku tak ingat apa-apa lagi. Aku tak sadarkan diri.


Saat aku siuman, aku menyadari diriku masih tergeletak telanjang bulat di sofa dengan cairan-cairan kenikmatan yang ditembakkan dari batang kemaluan Adolf berhamburan di sekujur perut dan dadaku. Sementara kulihat ruangan itu telah kosong. Segera kukenakan pakaianku kembali dan bergegas ke luar ruangan. Kukebut Feroza-ku pulang ke rumah dan bersumpah tak akan pernah kembali lagi ke tempat terkutuk itu!

Cerita Dewasa Janda Binal Vaginanya Hot Dan Lembab

Cerita Dewasa Janda Binal Vaginanya Hot Dan Lembab - Aku melihat jam di tangan ku. Masih awal lagi rupanya. Ada kira- kira setengah jam lagi sebelum waktu pejabat habis. Siang tadi kakak Ipar ku menelefon meminta aku datang ke rumahnya selepas kelas. Aku tertanya-tanya juga kerana selalunya hanya abang saja yang menelefon bertanyakan sesuatu atau meminta aku untuk menjagakan rumah jika dia ada urusan keluar daerah.





Waktu waktu aku sampai kerumah abangku jam hampir pukul 2.oo petang. Aku park kereta ku di tepi jalan, tidak di garaj. Aku ketok pintu depan; tapi tak ada.
yang menyahut. Kak Limah, pembantu rumah abangku pasti ada di belakang, fikirku. Ternyata pintu tak berkunci, aku masuk, sepi, langsung aku ke belakang.
Maksudku mau memperingatkan Kak Limah tentang kelalaiannya tak mengunci pintu. Sampai di belakang Kak Limah tak ada. Aku masuk melalui pintu belakang.


Aku terus ke ruang tengah. Saat itulah Kak Limah muncul dari bilik mandi tengah. Aku berniat menegurnya, tapi niatku tertanguh sebab Kak Limah keluar dari bilik mandi hanya berbalut kain tuala yang tak begitu lebar. Buah dadanya yang besar itu seakan-akan “tumpah”. Lebih dari separuh dadanya tak bertutup. Dari dadanya ke atas lutut saja yang tersembunyi ditutupi tuala itu.
Dan bawahnya …… Seluruh pahanya tampak! Kain sempit itu hanya sanggup menutup sampai pangkal pahanya saja. Aku segera mengambil kedudukan disatu sudut yang tenang dan tersembunyi. Fikiran jahat mendorong saya untuk mengamati, iaitu dibalik pintu kaca belakang viltrage menghalang pandangan Kak Limah ke dalam.
Habis mandi dia masih mengemas peralatan cuci. Sebelumnya dia tak pernah begini, mungkin disangkakannya tak ada orang. Yang membuat jantungku
berdegup kencang adalah wakti ia membelakangiku. Kak Limah membungkuk mengambil sesuatu di dalam baldi. Seluruh punggungnya kelihatan, bahkan se detik aku sempat melihat kemaluannya dari belakang! Makumlah, dia baru lepas mandi. Tentulah tak memakai pantie.


Bukan hanya itu saja. Setelah selesai, Kak Limah melangkah memasuki ke biliknya. Sebelum masuk inilah yang membuat jantungku terhenti. Kak Limah melepas kainnya dan menjemurnya dalam keadaan telanjang bulat! Hanya beberapa detik aku menikmati tubuh mulusnya dari belakang, miring agak ke samping. Bulatan buah dada kirinya sangat jelas. Kulit tubuhnya begitu bersih. Bentuk tubuhnya memang bagus, kecuali agak gemuk dan berisi. Bidang dadanya luas, pinggangnya menyempit, pinggulnya melebar dan sental.
Kak Limah langsung melangkah masuk ke bilik tidurnya. Dalam melangkah, se detik itu sempat terlihat bahwa bulu2 kelamin Kak Limah lebat! Lain tidak jelas.
Kemudian ia menutup pintu.


Aku yang masih belum pernah beristeri dan tidak pernah melihat tubuh wanita secara kulit, merasa dada ku berdebar. Selama ini aku hanya melihat filem ‘blue’
dari CD saja. Aku dapat bayangkan betapa nikmatnya menggomol wanita sewaktu disetubuhi. Ini kerap ku bayangkan bila aku melakukan onani sendiri. Tetapi bersetubuh dengan wanita belum pernah ku lagi.
Aku keluar perlahan-lahan lalu menutup pintu. Hujan diluar mula turun rintik-rintik. Semakin lebat. Jadi aku terpaksa memanggil Kak Limah semula. Kak Limah keluar. Dia senyum. Pakaiannya serba rengkas.
“Hujan Kak Limah” kataku. Kak Limah terperanjat. “Bila Mad masuk?” tanya Kak Limah. “Tadi. Dari pintu belakang..tak berkucni” jawabku.


Kak Limah terus bergegas ke halaman belakang untuk mengambil jemuran. Aku terus masuk dan naik ke bilik ku, mau tukar pakaian. Aku cuma memakai seluar gymn dan singlet.
Seketika kemudian terdengar suara Kak Limah memanggilku dengan nada keras.. “ Mad ! “, laungnya kuat dari belakang rumah. Aku berlari menuju arah suaranya dan melihat ….Aduhhh..! Kak Limah terduduk di tepi longkang. Tergelincir. Jatuh terjelepok tak boleh bangkit dan berjalan. Kain kering bertaburan di sekitarnya. Bertaburan.


“Mad, tolong kak Limah bawakan kain ni masuk,” pintanya sambil menyeringai mungkin menahan kesakitan. “Kakak tergelincir tadi, “ sambungnya.
Aku hanya mengangguk seraya memungut kain yang bersepah lalu sebelah tanganku cuba membantu Kak Limah berdiri.
“Sekejap kak. Mad bawa masuk dulu kain ni, “ kataku setelah aku dapati susah untuk membantunya dengan kain yang masih aku pegang.
Aku bergegas masuk ke dalam rumah. Kain aku letakkan di atas katil di bilik Kak Limah. Ketika aku menghampiri Kak Limah semula, dia sudah separuh berdiri dan cuba berjalan terhencot-hencot. Hujan semakin lebat seakan dicurah-curah.


Aku pimpin Kak Limah masuk ke biliknya dan dudukkannya di kerusi. Gementar dadaku ketika tanganku tersentuh buah dada Kak Limah. Terasa kenyal. Darah mudaku terasa menyirap naik. Apatahlagi, tadi aku pernah melihat susuk tubuhnya tanpa kain. Wahh..fikiran ku berkecamuk.
Aku mengakui walau dalam umurnya awal 30an, tapi Kak Limah tidak kalah menariknya jika dibanding dengan kakak iparku yang berusia 25 tahun. Kulitnya kuning langsat dengan potongan badannya yang memang mampu menarik pandangan lelaki. Tidak hairan pernah aku terserempak abang ku seolah mengamati Kak Limah dari belakang ketika Kak Limah membersihkan halaman rumah.
“Tolong ambilkan kakak tuala, Mad” pinta Kak Limah ketika aku masih termanggu-manggu. Aku menuju ke almari pakaian lalu mengeluarkan sehelai tuala dan aku suakan kepadanya.
“Terima kasih Mad,” katanya dan aku cuma mengangguk-angguk sahaja. Aku pandang dia dengan kasihan.
Kesihan kak Limah, dia adalah wanita yang paling lemah lembut. Suaranya halus dan lunak. Bibirnya sentiasa terukir senyum semulajadi, walaupun dia bukan senyum. Rajin dan tak pernah angkat muka atau membantah. Dianggapnya rumah abangku seperti rumah keluarganya sendiri. Tak pernah siapa yang suruh dia kerana dia sentiasa tahu tanggungjawabnya.


Kadang-kadang aku beri dia wang saku 30 – 40 RM bila aku datang kesana. Bukan kerana apa, sebab dia mempunyai sifat yang mudah orang sayang kepadanya. Abangku tidak pernah berkira dengannya. Gajinya tiap bulan masuk bank. Pakaiannya kakak ipar ku belikan hampir tiap bulan. Memang dia cantik, dan tak tau apa sebab suaminya menceraikannya. Kabarnya dia benci sebab suaminya hisap dadah. Hampir 6 tahun lebih dia menjanda setelah bernikah cuma 3 bulan. Sekarang dia baru berusia 33 tahun, masih muda.


Kalau soal cantik, memang kulitnya putih. Memang dia keturunan Cina, sebelah datuknya. Rambutnya mengurai lurus hingga ke pinggang. Bandingkan dengan kakak iparku, masing-masing ada kelebihannya. Yang cantik kepada kak Limah ialah sikapnya kepada semua orang. Budi bahasanya halus dan sopan.
Oh..ya! Kak Limah berdiri lalu cuba berjalan menuju ke bilik air. Melihat keadaannya masih terhoyong hayang, dengan pantas aku mencapai tangannya untuk membantu. Sebelah tangan ku memegang pinggang kak Limah. Aku pimpin menuju ke pintu bilik air. Terasa sayang untuk aku lepaskan peganganku, sebelah lagi tanganku melekat di perutnya.


Kak Limah berpaling kepadaku. Aku mengadap wajahnya. Mata kami bertentangan. Ku lihat kak Limah seperti merelakan dan menyukai apa yang aku lakukan. Tangan ku menjadi lebih berani mengusap-usap lengannya lalu ke
dadanya. Ku usap dadanya yang kenyal menegang dengan puting yang mula mengeras. Aku dekatkan mulutku untuk mencium pipinya. Dia berpaling, lalu ku tolak pipinya. Mulut kami bertemu. Aku mengucup mulutnya. Pertama kali aku melakukan kepada seorang wanita.
Rengekan halus keluar dari mulut kak Limah. Semasa kedua-dua tanganku meramas punggungnya dan lidahku mula menjalari leher gebu kak Limah. Ini semua gejala Blue Film dari disc CD-Rom yang aku sering tengok dari rumah kawan sebelah.


Kak Limah menyandar ke dinding, tetapi tidak meronta. Sementara tanganku menyusup masuk ke dalam bajunya, mulut dan lidahnya ku kucup. Aku hisap dan menggeli langit-langitnya. Kancing colinya aku lepaskan. Tangan ku bergerak bebas mengusap buah dadanya. Putingnya aku gentel lembut. Kami sama-sama hanyut dibuai keseronokan walaupun kami masih berdiri tercegat di dinding.
Kami menggigil tak keruan. Nafas kami makin pantas. Aku rasa tubuh kak Limah menyandar ke dadaku. Dia seperti orang lemas.


Cerita Sex Baju kurung gunting Kedah kak Limah aku buka. Dalam cahaya remang hujan itu, aku tatap wajahnya. Matanya pejam seperti tidak bermaya. Daging kenyal yang selama ini terbungkus rapi menghias dadanya ku ramas perlahan-lahan.
Bibirku perlahan mengucup puting buah dadanya perlahan. Ku ulit puting yang mengeras itu hingga lumat. Kak Limah semakin gelisah dengan nafasnya yang
sudah tidak teratur lagi. Tangannya liar menarik-narik rambutku sedangkan aku pula tenggelam di celah buah dadanya yang membusung. Mulutnya mendesah-desah…. Isssyyyyy….issssyyy….!! Mendesah perlahan….!!
Puting teteknya yang mengkal itu aku jilat berulangkali sambil aku gigit perlahan-lahan. Usapan ku semakin jauh melewati sempadan. Ku huraikan ikatan
kain dipinggangnya. Lidahku kini bermain di pusat kak Limah pula sambil tangan ku mula mengusapi pehanya. Ketika ku lepaskan ikatan kainnya tadi, tangan kak
Limah semakin kuat menarik rambutku.
“Madddd….maddd…” suaranya kak Limah memanggil ku perlahan dari tekaknya. “Jangan laaaa…” katanya lemah. Seperti orang merengek saja.
Aku terus menjalankan gentelan dan usapan ku. Nafasnya tercungap-cungap ketika seluar dalamnya aku tarik ke bawah. Tanganku mula menyentuh kawasan kemaluannya. Rambut halus di sekitar celah kangkang kemaluannya aku
usap-usap perlahan.
“Madddd.. dah lahhh..” Kak Limah seperti menegah. Aku tidak peduli. Kak Limah tidak meronta.
Ketika lidahku baru mencecah kemaluannya, kak Limah menarik aku berdiri. Direnungannya muka ku dengan mata kuyu bagai menyatakan sesuatu. Pandangannya ditujukan kepada katil tidurnya. Aku segera faham seraya memimpin kak Limah menuju katil. Bau kemaluannya merangsang sekali…tengit dengan satu bauan khas yang sukar diceritakan.


“Madddd…..,” bisiknya perlahan di telingaku. Aku terdiam sambil melakukan mengikut yang ku inginkan. Kak Limah seperti membiarkan saja. Kami benar-benar tenggelam. Kak Limah kini ku telanjangkan. Dia seolah-olah merelakan. Tubuhnya baring telentang sambil kakinya mencecah lantai. Susuk tubunya cukup menggiurkan. Mukanya berpaling kesebelah kiri. Matanya pejam. Tangannya mendepa atas tilam. Buah dadanya membusung bagai busut jantan semacam minta disentuh.
Puting susunya seperti berair kesan liur hisapan ku. Perutnya licin dan pusatnya cukup indah. Ku lihat tidak langusng ada kesan riak dan ketak umpama perut
wanita telah melahirkan anak. Memang kak Limah tidak ada anak kerana dia bercerai setelah kawin 3 bulan. Kakinya rapat. Kerana itu aku tidak dapat melihat seluruh kemaluannya. Cuma setakat rambut yang lebat halus menghiasi bahagian bawah pusatnya saja.


Sambil itu, tangan ku terus membuka baju singlet ku satu persatu. Zip seluar jeans ku turunkan. Yang tingal hanya suspender ku saja. Aku bertelanjang sekerat di hadapan kak Limah. Zakar ku tegang berdiri melihatkan kecantikan susuk tubuh badan kak Limah. Buah dada membusung dihiasi puting kecil dan kawasan di bulatan putingnya kemerah-merahan kesan gentelan ku tadi. Amat indah aku pandang di celah pehanya. Kak Limah telentang kejang. Tidak bergerak. Cuma nafasnya saja turun naik.
Aku terus duduk di birai katil sambil mendakap tubuh Kak Limah. Lembut sungguh tubuh mungil kak Limah ini. Ku peluk kemas sambil ku kucup mulutnya lumat-lumat. Tangan ku meraba seluruh tubuhnya. Sambil aku menggentel puting susunnya ku ramas-ramas pepejal yang kenyal itu. Ku usap-usap dan ku kepal-kepal. Nafsuku terangsanga hebat.
Zakarku mengeras dalam seluar. Waktu aku mendakap tubuh Kak Limah, tangannya menyentuh seluar kecik ku. Aku semacam faham lalu ku tanggalkan. Kini zakar tegang ku terpacak tepat menyentuh pinggang kak Limah. Ku suakan zakar tegangku ketangan kak Limah. Digenggamnya erat lalu diusap-usapnya seakan-akan melancapkan.


Cerita Sex Memang kak Limah tahu apa yang harus dilakukan. Maklumlah dia pernah berkawin. Berbanding aku, memang aku cuma ada teori dengan melihat filem blue. Itu saja. Tangan ku terus mengusap perutnya hingga ke celah kangkang. Terasa berlendir basah kemaluannya.
Aku beralih dengan posisi ‘69’. Kak Limah mengerti. Lalu dipegang zakar tegang ku dan memasukkan ke mulutnya. Mataku terpejam-celik bila lidah kak Limah melumati kepala zakarku. Kepala zakarku dikulumnya. Diurutnya dengan jari hingga ke pangkal. Sukar untuk di bayangkan betapa nikmatnya aku rasa. Bibir kak Limah terasa menarik-narik kerandut buah zakarku. Tidak tertahan aku diperlakukannya begitu. Aku membongkok mengucup bibir bukit kemaluannya.
Aku kangkangkan peha kak Limah sambil mencari liang farajnya. Ku selak bulunya yang tebal itu. Ku lihat bibir kemaluannya rapat. Ku selak bibir kemaluannya. Ku lihat dalam berlendir basah berair. Bibir dalamnya merah. Ku selak lebih luas. Nampak seketul daging keras memanjang dibahagian atas berbalut kulit. Aku tahu, itulah kelentit Kak Limah. Ku cuit dengan jari telunjuk. Waktu itu, punggung Kak Limah melonjak ke atas. Terdengar suaranya mengerang. Aku tau, kelentitnya adalah pusat nafsunya.
Ku mula menggentelnya. Kak Limah melonjak lagi. Ku tekan pehanya lalu ku gentel. Kak Limah mengerang. Aku tau dia kesedapan. Aku terus kerjakan. Sebelah tangan ku menyelah bibir nipis sebelah dalam kemaluan Kak Limah. Ku tengok ada air warna putih susu keluar dari liang dibawah kemaluannya. Kemaluan Kak Limah terbau semacam aroma kewanitaannya. Memang meransangkan.
Ku jelirkan lidah ku sambil menggentel bijik kelentitnya. Ku jilat bahagian yang merah dan terdedah itu. Kak Limah mendesus… ku cuit-cuit dengan lidahku.
Ku lumati dengan kumis ku. Liang kemaluan kak Limah makin merah. Bau kamaluannya makin kuat. Makin itu makin aku jadi terangsang. Seketika aku lihat semacam air putih keluar dari lubang farajnya. Tambah banyak hingga meleleh keluar hingga meresap ke bahagian duburnya. Tentu Kak Limah sudah cukup terangsang, fikir ku.
Aku balik tubuh ku semula. Tubuh kami berhadapan. Tangannya menarikku rebah bersamanya. Buah dadanya tertindih oleh dadaku. Kak Limah membetulkan
kedudukannya semasa tanganku cuba mengusapi celah pehanya. Kedua kaki kak Limah mula mengangkang sedikit; ketika jariku menyentuh kemaluannya. Lidah ku mula menuruni dadanya. Putingnya ku hisap agak kasar. Punggung kak Limah terangkat- angkat semasa lidahku mengitari perutnya.


Celah pehanya menjadi perhentian jari-jemari ku seterusnya. Kak Limah semakin mengangkang ketika aku menjilat kelentitnya tadi ku lihat kak Limah sudah tidak bermaya lagi. Kakinya kadangkala mengepit kepalaku sedangkan lidahku sibuk merasai kesedapan yang dihidangkannya.
Rengekan kak Limah semakin kuat dengan nafas yang terus mendesah. Rambut ku di tarik-tariknya dengan mata terpejam menikmati kesedapan. Aku berteleku di birai katil.
Aku tanya, “Kak Limah nakkkk…rela niiii..?” Suara ku lembut bernada manja. Dia tidak menjawab. Dia hanya membuka matanya sedikit sambil menarik nafas panjang. Aku bagai mengerti. Itu adalah tanda persetujuan. Tanpa disuruh, ku gesel kepada zakarku ke arah lubang farajnya. Kak Limah hanya membiarkan. Punggungnya bergoyang ke kiri ke kanan. Aku tau dia kegelian. Kemudian, ku tolak zakarku kearah lubang farajnya yang kini telah dikangkangnya luas. Lendir dan liurku bersememeh di gerbang farajnya.
Ku ulit-ulit kepala zakar ku di lendiran yang membecak itu. Perlahan-lahan ku tolak kedalam. Tolakan zakar ku memang sukar sedikit. Terasa sempit. Ku lihat kak Limah macam mengelinjang seperti kesakitan.
“Perlahan Madddd…” kak Limah bercakap dengan nafas tersekat. Aku faham sekarang. Kemaluan kak Limah sudah menyepit setelah 6 tahun tidak disetubuhi walaupun dia bukan dara lagi. Memang aku gelojoh kerana inilah pertama kali aku mensetubuhi seorang wanita walau umurku sudah matang.
Ku ulit-ulit lagi. Aku masukkan zakarku perlahan-lahan. Ku tolak punggungku ke depan. Berhati-hati. Terasa memang sempit. Sambil itu Kak Limah memegang lenganku erat-erat. Mulutnya terakncing bagai seorang sedang mengigit tulang. Hanya setakat kepala zakar ku sudah celus. Ku biarkan sebentar zakar terhenti setakat itu. Terdiam. Kak Limah juga terdiam. Tenang.


Sementara itu, ku peluk tubuh kak Limah kemas-kemas sambil memainkan putting susunya, menjilat, mengusap dan mengigit-gigit lunak. Mulutnya ku kucup sambil lidahnya ku hisap. Kami memang sudah khayal dan terangsang. Kepala batang ku sudah masuk sekerat, tapi ku tunggu hingga Kak Limah benar-benar bersedia.
Sebentar kemudian aku tanya dengan suara memanjakan, “Bolehhhh…???!!” Kak Limah membuka matanya. Dibibirnya tersua senyum manis yang meredhakan…
Ku tusuk zakarku kedalam. Kemudian ku tarik ke belakang perlahan-lahan. Ku henjut perlahan-lahan. Memang sempit kemaluan kak Limah, mencakup seluruh
batang zakar ku. Terasa seperti mengemut-ngemut didalam. Kami mulai teransang!! Lendirnya yang melimpah melunak sorong tarik batang ku ke dalam. Mata Kak Limah terpejam.
Zakarku yang mula memasuki kemaluan kak Limah kini lebih lancar. Terasa hangatnya sungguh menyeronokkan. Mata kak Limah terbuka merenungku dengan pandangan yang kuyu. Masa itu zakarku mula aku masuk-keluarkan.
Bibirnya dikacip rapat seperti tidak sabar menanti tindakan aku seterusnya. Tangannya memegang lengan ku. Kuat.


Sedikit demi sedikit zakarku masuk sehingga ke pangkalnya. Kak Limah mendesah dan merengek seiring dengan keluar masuknya zakarku dalam kemaluannya. Ada ketikanya punggung kak Limah terangkat- angkat menyambut zakarku yang seperti melekat di kemaluannya.
Berpuluh-puluh kali ku sorong-tarik zakarku seiring dengan nafas kami yang tidak teratur lagi. Satu ketika aku merasakan badan Kak Limah kejang dengan matanya tertutup rapat. Tangannya pula beralih memeluk pinggangku. Punggungnya terangkat tinggi. Satu keluhan berat keluar dari mulutnya perlahan. Ia mendesah ”syyyyhhhhh….!!” Denyutan di kemaluannya terasa kuat seakan melumatkan zakarku yang tertanam di dalamnya.
Dayunganku semakin pantas. Katil kak Limah bergoyang mengeluarkan bunyi berdecit laju. Leher kak Limah ku rengkuh erat sambil badanku rapat menindih badannya. Kak Limah ketika itu makin kuat mengemut-mengemut, seolah-olah ku rasakan ada denyutan yang menandakan air maniku akan keluar. Denyutan yang semakin kerap membuatkan zakarku semakin menegang keras. Kak Limah pula mengimbanginya dengan mengayakkan punggungnya.
Henjutan ku makin kencang. Kemaluan kak Limah makin menyempit. Ku rangkul tubuhnya kuat-kuat. Dia membiarkan saja. Berbanding dengan tubuh ku, kak Limah longlai bagai tidak bermaya. Aku menggonyoh hingga tubuh kak Limah bagai terhuyung-hayang. Dia membiarkan saja perlakuan ku. Nafasnya makin kencang.


Dalam keadaan begitu mempesonakan, akhirnya aku tak tahan lagi. Aku rasa air maniku sudah sampai ke kemuncak. Dalam satu tusukan yang kuat, ku henyakkan
seluruh batang ku ke dalam. Ku rasa ada bebola di hujung liang kemaluan Kak Limah yang menghalang. Di situlah air maniku menyebur.
Air maniku terasa memancut ke dalam kemaluan kak Limah. Bergetaran rasa badan ku ketika itu. Kak Limah pula memaut pehaku dengan kakinya. Menekan kuat. Matanya terbuka luas memandangku. Seolah-olah dia memandang ku bagai dia tida nampak. Mukanya serius. Bibir dan giginya dikertapkan. Nafasnya berombak. Dia merengek agak kuat. Kerongkongnya berbunyi berdecup.
Kemudian ku lihat mulut Kak Limah terbuka luas. Terdengar kerongkongnya mengerang. Ku ku kucup mulut. Ku hisap lidahnya. Aku masih menghenjut batang ku keluar masuk. Kedua-dua belah bahu Kak Limah ku rangkul kuat. Tubuhnya bagai terangkat-angkat. Ia menurut saja perlakuan ku. Kak Limah juga menuntut
desakan nafsu.
Waktu aku memuntahkan lahar maniku, memang tusukan ku paling kuat menghunjam masuk kedalam. Ku lihat kak Limah menggelepar. Dadanya terangkat dan kepalanya bergoyang kebelakang. Aku lupa segala-galanya. Untuk beberapa saat kami melayani rasa nikmat itu. Beberapa tusukan tadi memang kemuncak kami. Kami sama-sama tiba dipuncak. Memang hebat. Sungguh puas.


Aku, pertama kali bagi ku sebagai anak bujang bersetubuh. Kak Limah mendapat air bujang ku. Walaupun dia seorang janda, bagi ku dia adalah secantik wanita.
Waktu kami melakukan sanggama tadi, kami khayal entah kemana. Kak Limah memang bijak dalam permainannya. Sebarang aksi ku diberi riaksi yang sama. Sebagai sorang yang tidak pernah merasa nikmat persetubuhan, bagi ku kak Limah betul-betul memberi aku syorga dunia.
Aku terbaring lesu di sisi kak Limah. Mataku terpejam rapat seolah tidak ada kudrat untuk aku membukanya. Dalam hati ku puas kerana dapat mengimbangi pengalaman kak Limah. Ku lihat kak Limah tergeletak di sebelahku. Kejadian yang tidak pernah aku mimpikan, terjadi tanpa dapat dielakkan. Kak Limah juga menelentang dengan matanya tertutup seperti terlena, mungkin penat selepas dapat meng hilangkan dahaga batinnya sejak menjanda 6 tahun yang lalu.
Kami masih berpelukan. Kemudian Kak Limah terasa seperti mengusap muka ku. Aku buka mataku. Dia senyum. Aku senyum. Seolah-olah kami tidak merasa janggal berpelukan tanpa seurat benang ditubuh. Aku mengucup mulutnya.
Dia berbisik ketelinga ku, “Terima kasih Maddd… Kak Limah eeerr….”. Belum sempat dia menghabiskan ayatnya aku bertanya, “Kak Limah puas…”. Dia senyum dan mengangguk…”Dua kali!!” jawapnya rengkas.
“Memang Mad gagah..Mad punya besar! Panjang!” katanya sementar itu ia mengkocok batang zakar ku. Pujiannya meransang ku.
“Kak Limah dah lama tak buat?” tanya ku. Dia mengangguk. “Sejak bercerai dulu…!” jawabnya.
“Kak Limah tak teringat ke..?” tanya ku. Dia mengangguk. “Nak buat mcamana…” jawabnya pendek sambil senyum malu-malu dan memeluk dada ku.


Kak Limah menceritakan, pada mulanya suaminya adalah orang baik tetapi telah terjebak dengan dadah. Akhirnya, dalam tempoh 6 bulan suaminya lupa dengan
nafkah lahir dan batin. Hubungan suami isteri tidak sempurna. Jika suaminya melakukan persetubuhan, kerapkali sekerat jalan. Nafsu suaminya kandas di tengah jalan. Tak ada roman tak ada apa-apa. Dia melakukan semasa Kak Limah sedang tidur dan tak bersedia.
Akhirnya, bila suaminya tertangkap dan dipenjarakan 12 tahun, Kak Limah minta cerai. Suaminya jatuhkan talak tiga. Kembalilah dia jadi janda. Kerana dia tak mahu
kawin lagi, maka dia pun mencari kerja kilang.Tapi masalah gadis kilang banyak, maka dia pun cari kerja sebagai pembantu rumah. Dua tempat dia bekerja sebelum
ini. Malangnya tuan rumah cuba buat tak senonoh, lalu ia berhenti. Cuma di rumah abang ku dia mendapat layanan yang baik. Setakat ini sudah 3 tahun dia bekerja. Semuanya baik.
Aku tanya samada apa yang kami lakukan tadi dia merasa kesal. Kak Limah menggeleng. Katanya, dia tak pernah merasa puas bersama suaminya dulu. Suaminya gelojoh. Dia tidak ada daya sebab dadah melemahkan kekuatannya.


Dia cukup merasa merana.
“Kak Limah suka kat Mad..?” tanyaku. Dia senyum. Dia mengangguk tanda suka. Sambil itu tanganku menggentel buah dadanya. Tangannya mengocok terus zakar ku. Zakar ku bangun tegang semula. Makin kami semacam terangsang
lagi.
“Kak Limah nak lagiiii…keee??” tanyaku dengan suara manja. Dia senyum manis.
Apa yang berikutnya, memang telah diduga. perlahan-lahan kubuka kangkangnya semula. Ku lihat kaki Kak Limah kian mengejang. Sedikit demi sedikit terus ku ulit bahagian bawah. Segunduk daging mulai terlihat. Ufffff… detik-detik jantungku kembali berdegup cepat. Terlepaslah seluar dalamnya tanpa perlawanan lagi. Gundukan bukit kecil yang bersih, dengan bulu-bulu tipis yang mulai tumbuh di sekelilingnya, tampak berkilatan di depanku.
Ku rentang kedua kakinya hingga terlihat sebuah celah kecil di balik bukit itu. Kedua-dua belahan bibir mungil kemaluannya ku buka . Celah rekahan itu ku
lihat semua rahsia didalamnya. Aku menelan air liur ku sendiri demi melihat nikmat yang menanti. Ku dekatkan kepalaku untuk meneliti pemandangan yang lebih jelas. Memang indah membangkitkan syahwat. Tak termampu aku menahan ledakan yang menghambat nafasku. Segera aku mendekatkan mulutku sambil mengucup mulut kemaluan Kak Limah dengan bibir dan lidahku.
Rakus sekali lidahku menjilat setiap bagian kemaluan Kak Limah. Terasa seperti tak ingin aku menyia-nyiakan kesempatan yang dihidangkannya. Setiap kali lidahku menekan keras ke bagian daging kecil yang tersentil menonjol di pangkal farajnya itu, Kak Limah mendesis dan mendesah kegelian. Lidah dan bibir menjalankan peranannya harmonis sekali. Beberapa kali ku lihat Kak Limah mengejangkan kakinya.
Aku tak peduli akan semerbak bau yang khas dari liang kemaluan Kak Limah memenuhi ruang hidung ku . Malah membuat lidahku bergerak makin menggila-gila. Ku tekan lidahku ke lubang kemaluan Kak Limah yang kini sedikit
terbuka. Rasanya ingin ku masukkan lebih dalam lagi, tapi tak boleh. Mungkin kerana lidah ku kurang keras. Tetapi, kelunakan lidah ku itu membuat Kak Limah
beberapa kali mengerang keenakan.


Dalam keadaan sudah teransang itu, ku tarik tubuh kak Limah ke kedudukan menugging. Ia menurut saya dan bertanya sekadar merengek saja…..
“Mad nak buat macamanaaaaaa kat Kak Limah….???” Ia bertnya. Aku rasa dia tak pernah diperlakukan begitu oleh suaminya dulu. Aku diam saja. Ku atur posisinya. Ku alas perutnya dengan bantal. Dalam posisi menungging itu, punggung Kak Limah terdampar lebar. Berisi dan pejal. Ku usap dan ku ramas-ramas. Ku gigit lumas.
Tangannya memegang birai kepala katil. Air mazi kak Limah sudah membasahi kemaluannya. Ku buka pintu kemaluannya. Ku lihat dan perhatikan dengan teliti.
Memang aku tidak pernah melihat kemaluan wanita serapat itu. Kucium kemaluan Kak Limah. Bau hanyir dan maung air maniku bercampur dengan bau asli faraj kak
Limah yang merangsang. Bau faraj seorang wanita!!
Jelas semua!! Bulu cipap kak Limah lembap dan melekat bersememeh ke farajnya. Ku selak sedikit memberi ruang. Ku masukkan jari hantuku kedalam lubang farajnya. Ku kuit-kuit didalam. Ku lihat kak Limah menggoyang punggungnya. Ku kucup dan gigit daging pejal punggunya yang putih melepak itu. Kemudan aku rangkul pinggangnya. Ku Masukkan zakarku ke liang farajnya. Pinggang kak Limah seperti terlentik.
Aku beralih perlahan-lahan ku tusuk zakarku yang besar panjang kelubang faraj kak Limah “doggy-style”. Tusukan ku makin kencang. Nafsu syahwat ku kembali
cukup-cukup terangsang. Kali ini berpuli-puli aku menyorong-tarik zakarku. Henjutan ku memang kasar dan ganas. Ku paut piggang kak Limah. Kemudian beralih ke buah dadanya yang yang terbuai. Ku ulit semahu nafsuku. Bebas. Rambutnya mengerbang.
Lama juga kak Limah menahan lampiasan nafsu ku kali ini. Hampir setengah jam. Aku terus bertumpu. Ku henjut sehabis dayaku. Makumlah ini adalah kali kedua
dalam waktu sengkat. Tusukan ku memang hebat. Sekejap cepat sekejap perlahan. Mengenjal-ngenjal tubuh kak Limah ku kerjakan. Dia seperti mengah. Tubuhnya beberapa kali mengenjak. Dengusan dari tekaknya memanjang. Berkali. Bagai orang mengah. “Ohhhh…ek! Ek! Ek!” seperti orang kelemasan.


Akirnya ku rasa air pejuku hampir muntah lagi. Waktu itu ku rangkul kedua bahu kak Limah sambil menusuk zakarku kedalam. Habis kesemuanya hingga ke pangkal. Waktu itulah ku muntahkan pejuku. Ku tarik semula, dan ku terjahkan kedalam. Tiga empat kali ku henjut begitu. Kak Lamah menyerah saja mengikut rentah henjutku. Hanya suaranya saja bagai mengerang…
Kemudian ku peluk tubuhnya keribaku walaupun zakarku masih terpacak didalam kemaluannya. Dia seperti dudu. Ku suruh dia pula menghenjut. Kak Limah menurut perintah ku. Ku urut buah dadanya. Ku palingkan mukanya. Kami berkucupan. Lama begitu hingga terasa zakarku kembali normal. Kak Limah bagai lelah. Keringat mendidih di dahi kami. Kami telentang semula. Berdakapan. Kak Limah bagaikan longlai. Dia semacam tertidur.
Melihat Kak Limah begitu, dan hujan masih belum teduh, nafsuku naik semula. Ku rangkul tubuh kak Limah…dan…ku ‘kerjakan’ kak Limah sekali lagi. Kali itu Kak Limah menyerah. Dia nampak menyerah dan tidak lagi membantah. Aku kerjakan nonoknya sampai puas. Bau bilik itu bau air mani kami. Bunyi pun berdecit-cit… Ahhhhh….. argghhharrraahhh…..
Cerita Sex Tiga kali ku setubuhi Kak Limah pada petang itu. Mungkin berbaloi “puasa”nya selama 6 tahun tidak merasa disetubuhi. Kak Limah seperti orang tertidur.
Sudah itu perlahan-lahan aku berdiri dan mengenakan pakaian ku semula. Aku keluar dari bilik kak Limah menuju ke ruang depan. Semasa aku keluar, barulah aku sedar pintu bilik kak Limah tidak tertutup rapat.
Rupa-rupanya kakak ipar ku sudah pulang. Mendadak aku pucat kalau-kalau kejadian tadi disaksikan oleh kakak iparku. Aku keluar sambil cuba berlagak seperti tidak ada apa yang berlaku. Aku terus duduk di sofa pura-pura. Sebentar kakak iparku datang membawa minuman. Ku jeling mukanya. Dia bermuka biasa saja. Yakin kepada ku, kakak iparku tidak tahu apa yang berlaku antara ku dengan kak Limah.
Aku tanya, “Abang tak pulang sama kakak tadi?” “Tidak. Dia outstation ke Singapore 4 hari…!!” jawabnya. Dia senyum. “minumlah…!!” pelawanya.
Dia terus beredar naik ke biliknya. Aku terus duduk dan menontot video “Airforce One”.
“Samad kena pergi airport kejap lagi, ambil kereta disana. Tidur sini malam ini, sebab esok kakak nak kerja…!!” katanya pendek.Memang bagitulah selalunya. Kalau abang ku tidak ada, aku akan jadi driver untuk membawa mercedez nya kemana-mana.. Malam itu aku tidak balik ke flat ku.
Tidur di rumah abang aku!! Memang aku ada.

Cerita Dewasa : Perawan Tinggal Kenangan

Cerita Dewasa : Perawan Tinggal Kenangan - "tol,,hmmff", Nirmala hendak berteriak minta tolong, tapi mulutnya langsung dibekap oleh preman yang berdiri di belakang Nirmala. Pembaca Cerita Dewasa : ternyata, 3 preman itu tidak mabuk meskipun mereka minum-minum karena minuman berakoholnya cuma sedikit dan lebih banyak air. Maklum preman gak modal. 2 preman yang lain tertawa dengan licik melihat Nirmala yang sudah tidak berdaya.
"gila,,bening banget nih cewek,,mimpi ape kite kemaren,,".




"kalo gue sih mimpi ketiban duren,,".
"udeh lo bedua berisik banget,,mending lo bedua buka jaket nih cewek,,".
"oke bos,,". Salah satu preman itu menarik resleting jaket Nirmala ke bawah sementara preman terakhir memegangi kaki Nirmala agar tidak menendang-nendang lagi. Preman yang ditugasi untuk membuka jaket sangat kaget ketika resleting jaket Nirmala sudah terbuka sampai ke perutnya.
"gila,,ni cewek cuma pake jaket doang,,gak pake baju die bos,,".
"ah,,yang bener lo Jo,,", si bos preman itu pun menutupi mulut Nirmala dengan tangan kirinya dan tangan kanannya bergerak menyusup ke dalam jaket Nirmala dan langsung meremas kencang payudara kiri Nirmala.




Ekspresi wajah Nirmala menunjukkan kalau Nirmala kesakitan akibat remasan kencang si bos preman di payudara kirinya. Preman yang memegangi kaki Nirmala tidak tahan hanya melihat kaki & paha Nirmala yang putih mulus tanpa cacat sedikit pun. Jadi, preman itu mengelus-elus paha Nirmala dengan tangan kanannya. Lalu tangan preman itu terus bergerak hingga ke pangkal paha Nirmala.
"die juga gak pake celana dalem bos,,kayaknye die emang udeh siap buat dientot ni bos,,".
"yaude,,lepasin jaketnye, Jo,,biar ni cewek telanjang sekalian,,".
"oke bos,,". Ketiga preman itu jadi lengah sehingga otak Nirmala langsung bekerja untuk melepaskan diri dari 3 preman itu. Nirmala mendorong kepalanya ke belakang sehingga mengenai wajah si bos preman.
"aarrgghh,,", bos preman itu langsung menjauh dari Nirmala sambil memegangi hidungnya yang hampir patah karena terbentur bagian belakang dari kepala Nirmala. 1 preman sudah lepas, 2 more to go. Nirmala mengangkat kaki kanannya sehingga lutut Nirmala langsung menghantam dagu preman yang memegangi kakinya. Preman itu langsung jatu terjerembab ke belakang. Still 1 preman standing. Nirmala langsung meninju preman yang tadi ditugasi melucuti jaket Nirmala. Meski tinju Nirmala lemah, tapi mampu membuat preman itu juga jatuh ke belakang karena preman itu berjongkok dengan sedikit berjinjit. Nirmala pun langsung mengambil langkah 2 ribu menjauhi 3 preman yang sedang kesakitan sambil berteriak minta tolong. Ada orang keluar dari warung, Nirmala berlari ke arah orang itu, sambil berlari, Nirmala menarik resleting jaketnya ke atas lagi agar payudaranya tertutupi jaket.
"tolong pak,,saya mau diperkosa,,", kata Nirmala sambil berlindung di belakang orang itu.
"mana Dek,,yang mau merkosa,,", ujar orang itu sambil bertolak pinggang seperti jagoan. 3 preman itu muncul di hadapan abang pemilik warung dengan nafas mereka yang terengah-engah. Nirmala merasa sedikit tenang melihat si abang pemilik warung kelihatannya tidak gentar menghadapi 3 orang preman itu.




Tiba-tiba, trio preman itu langsung bergerak ke belakang si abang pemilik warung dan menangkap Nirmala.
"pak,,tolong saya,,", pinta Nirmala dengan wajah sedihnya. Abang pemilik warung itu menoleh ke belakang.
"ah,,parah lo betiga,,udah gue kasih minuman,,malah gak ngajak gue pas mau merkosa cewek,,", kata-kata yang keluar dari mulut si abang pemilik warung membuat Nirmala seperti tersamber petir.
"gimane mau ngajak lo Din,,die aje kabur,,".
"kok bisa kabur?".
"noh,,gara-gara si Narjo buka jaketnye kelamaan,,".
"bukan salah gue bos,,gara-gara si Bagus,,megangin kakinye gak bener,,".
"enak aje,,lo,,bos Hari juga salah,,".
"udeh,,udeh,,mending,,kite mulai aje,,ngerjain ni cewek nyang kayak bidadari ini,,".
"bener juge ape kate lo,,Yo,,". Akhirnya, nama mereka terungkap juga. Si bos preman bernama Hari, si abang pemilik warung bernama Taryo, preman yang tadi memegangi kaki Nirmala bernama Bagus, dan preman yang terakhir bernama Narjo.




"ngapain lo kabur tadi,,hah?!", sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Nirmala.
"udeh,,kite telanjangin aje nih cewek,,biar die kapok,,". Dalam waktu sekejap, jaket Nirmala sudah dibuang jauh-jauh oleh Hari.
"buset,,bodynye bohay banget,,", ujar Narjo.
"liat tuh memeknye,,kayaknye,,masih perawan,,".
"berarti gue yang merawanin,,", kata Udin.
"enak aje lo, Din..gue bosnye disini,,", balas Hari.
"tapi,,ini kan warung gue,,", balas Udin tak mau kalah.
"yaude,,lo yang merawanin,,tapi kite gratis minum di warung lo satu minggu ye,,", kata Hari.
"sip dah,,nyang penting bisa merawanin cewek,,".
"jangan perkosa saya,,", pinta Nirmala, air matanya pun mengalir keluar.
"diem lo !! ntar lo juga enak,,", ejek Bagus.
"kite taro aje di bangku biar lebih enak,,", usul Narjo.
"bener juga lo Jo,,". Narjo & Bagus mengangkat tubuh Nirmala dan menaruh Nirmala di kursi panjang dari kayu yang biasa ada di warteg. Bagus & Narjo mengangkat kaki Nirmala ke atas sehingga vagina Nirmala yang ada di tepi ujung bangku benar-benar terekspos dengan sangat jelas.




Hari duduk di ujung bangku yang satunya, dia memegangi kedua tangan Nirmala sambil menikmati kelembutan dari bibir Nirmala yang tipis dan lembut. Nirmala tau kalau dia tidak bisa melakukan perlawanan lagi karena kali ini dia benar-benar tidak berdaya. Nirmala tidak tau apa yang akan terjadi pada vaginanya karena pandangannya tertutupi leher Hari.
"gue jilat dulu ah,,pengen tau,,memeknye perawan manis ape nggak,,hehe,,", ujar Udin. Udin berjongkok di depan vagina Nirmala dan menatapi pemandangan indah di depannya bagai detektif yang memperhatikan dengan teliti untuk menemukan barang bukti.
"gak ade bulunye lagi,,jadi tambah napsu gue,,", kata Udin.
"udeh,,cepetan lo Din,,ntar gantian,,", kata Hari lalu Hari melanjutkan melumat bibir Nirmala lagi.
"sabar nape lo,,". Udin mengelus-elus kedua paha mulus Nirmala hingga menyentuh pangkal paha Nirmala. Lalu Udin mendekatkan wajahnya ke vagina Nirmala. Udin semakin nafsu setelah melihat bentuk vagina Nirmala yang masih sempurna serta wangi alami dari vagina Nirmala yang dirawat dengan baik oleh Nirmala.




Udin menyapu belahan bibir vagina Nirmala dari bawah ke atas dengan sekali sapuan saja. Nirmala menggelinjang karena sapuan lidah Udin seperti sengatan listrik yang mengalir di sekujur tubuhnya. Kemudian, Udin menggelitik klitoris Nirmala dengan lidahnya.
"mmmffhh,,", desah Nirmala tertahan bibir Hari. Bagus & Narjo tidak hanya memegangi kaki Nirmala saja, tapi masing-masing dari mereka juga 'memegangi' dan meremasi payudara Nirmala. Udin membuka bibir vagina Nirmala sehingga dia bisa melihat bagian dalam dari vagina Nirmala yang terlihat sangat menggiurkan karena masih merah merekah. Lidah Udin sudah terselip di dalam lubang vagina Nirmala. Udin membenamkan kepalanya ke selangkangan Nirmala agar Udin bisa memasukkan lidahnya lebih dalam ke vagina Nirmala. Nirmala memang menolak, tapi dia tidak bisa menyangkal tubuhnya yang dengan senang hati menerima serangan lidah Udin.




"nnggffhh,,,", suara lenguhan Nirmala yang masih tertahan bibir Hari. Tubuh Nirmala menjadi tegang karena dia sedang mengalami orgasme.
"ssuurpp,,slluurrp,,", Udin tidak menyia-nyiakan satu tetes pun hingga cairan vagina Nirmala tak bersisa.
"gimane Din?", tanya Bagus.
"maknyus,,enak banget,,manis 'n gurih,,", jawab Udin.
"namanye juga memek perawan,,", ujar Narjo.
"gantian lo Din,,", kata Hari.
"okeh,,". Hari & Udin bertukar posisi. Mereka bergantian menjilati vagina Nirmala hingga masing-masing mereka telah mencicipi cairan vagina Nirmala. Nirmala sudah pasrah karena tenaganya habis setelah 4x orgasme. Sekarang, Udin berhadapan dengan vagina Nirmala lagi dengan celananya yang sudah melorot sehingga penis Udin terbebas keluar dari sangkarnya.
"akhirnye,,****** gue bisa ngerasain memek perawan juga,,", ujar Udin. Udin sudah sangat bersemangat ingin segera menghujamkan penisnya ke dalam vagina Nirmala.
"hoi !!", teriak seseorang. 4 orang itu menengok ke arah sumber suara yang mereka dengar.
"siape lo?!", tanya Udin.




"jangan ganggu dia !!", teriak orang itu. Udin bergegas memakai celananya lagi.
"mao jadi jagoan lo?". Bagus & Narjo melepaskan kaki Nirmala dan maju bersama Udin ke arah orang itu sementara Hari mengikat kaki & tangan Nirmala dengan tali rafiah yang Hari ambil dari warung Udin.
"lo semua,,jangan ganggu tuh cewek !!", kata orang itu.
"oh,,lo mao jadi jagoan lo yee,,", kata Hari yang bergabung dengan Udin, Bagus, dan Narjo.
"nyari mati die,,kite matiin aje nih orang,,biar kite bisa ngentotin perawan,,".
"Gus,,Jo,,maju lo bedua,,hajar ampe mampus nih jagoan kemaleman,,", perintah Hari.
"oke bos,,", jawab Bagus & Narjo maju mendekat ke orang itu. Bagus menyerang duluan, dia melayangkan tinju kanannya ke arah orang itu. Orang itu menangkis dengan tangan kanannya, lalu segera menendang perut Bagus dengan cepat. Meski hanya 1 kali tendangan, Bagus langsung sujud sambil memegangi perutnya dan meringis kesakitan. Narjo menyerang orang itu dari belakang dengan melayangkan sebuah pukulan.




Tapi, dengan cekatan orang itu menghindar ke kiri lalu menggerakkan siku tangan kanannya untuk mengenai perut Narjo. Narjo langsung kesakitan karena hantaman siku orang itu begitu kuat. Orang itu langsung melakukan tendangan berputar ke belakang dan mengenai wajah Narjo sehingga Narjo langsung terlempar ke samping.
"sialan lo !!", Hari & Udin langsung maju menyerang orang itu. Tapi, orang itu melayangkan 2 jurus tendangan saja, Udin dan Hari langsung kesakitan.
"awas lo ye,,!!", ancem Hari sambil kabur. Udin, Bagus, dan Narjo juga lari dengan sangat kencang. Orang itu mendekati Nirmala yang tidak berbusana dan tidak berdaya karena kaki & tangannya terikat ke bangku.
"lo gak apa-apa?", kata orang itu sambil melepaskan ikatan di kaki dan tangan Nirmala.
"terima kasih,,", jawab Nirmala masih lemah.
"nih,,pake jaket gue,,", orang itu memakaikan jaketnya ke Nirmala setelah Nirmala duduk di bangku.
"terima kasih Mas,,".
"kenalin nama gue Eno,,".
"nama saya Nirmala,,".




Ternyata, Eno adalah sabuk hitam dalam Taekwondo sehingga tidak heran dia mengalahkan 4 orang tadi dengan sangat mudah meskipun wajah Eno tidak mendekati kata ganteng sedikit pun.
"ngapain lo malem-malem ada di luar?".
"saya baru dateng dari desa Mas,,".
"oh,,pantes aja,,mukanya masih lugu,,terus sekarang mana celana kamu? masa gak pake celana kayak gini,,".
"gak tau Mas,,".
"yaudah,,lo pake celana training gue aja,,", kata Eno menyerahkan celana trainingnya yang dia ambil dari dalam tasnya.
"makasih Mas,,".
"lo mau kemana sekarang?".
"mm,,saya mau ke rumah saudara saya,,", Nirmala berbohong.
"mau gue anter?".
"ah,,gak usah Mas,,saya jalan sendiri saja,,", Nirmala menolak tawaran dari Eno karena dia sudah tidak percaya kepada laki-laki.
"yaudah,,tapi gue anterin ke tempat yang lebih rame ya?".
"apa gak ngerepotin?".
"gak apa-apa,,yuk,,". Eno berjalan ke motornya yang diparkir agak jauh dari warung. Nirmala memakai celana training Eno sehingga akhirnya, vagina Nirmala tertutup juga.




Eno datang mendekati Nirmala dengan mengendarai motornya.
"ayo,,naik,,".
"iya Mas,,". Nirmala naik membonceng di belakang lalu Eno memacu motornya menjauhi warung itu menuju ke tempat yang lebih ramai.
"makasih ya Mas,,", Nirmala turun dari motor.
"lo gak pake alas kaki ya dari tadi?".
"iya,,Mas,,ilang,,".
"oh,,kalo gitu pake sendal gue aja,,nih,,".
"ntar Mas gimana?".
"udah,,gak apa-apa,,pake aja,,tapi beneran lo gak apa-apa jalan sendiri?".
"iya Mas,,gak apa-apa,,makasih banyak udah nyelametin saya Mas,,".
"yaudah deh,,gue duluan ya,,ati-ati lo,,". Eno pun pergi meninggalkan Nirmala karena dia ada urusan penting. Nirmala berjalan sendiri lagi, tapi kali ini dia memakai celana untuk menutupi bagian bawah tubuhnya dan sendal untuk melindungi kakinya. Tenaga Nirmala tinggal seperempat saja sehingga Nirmala hanya mengikuti kakinya tanpa tau arah & tujuan. Kakinya membawa Nirmala ke sebuah komplek perumahan yang lumayan elit. Seperti komplek lainnya, ada pos satpam dan portal sebelum masuk ke komplek, tapi kelihatannya satpamnya sedang tidak ada.




Cerita Dewasa : Nirmala masuk ke daerah komplek itu dengan langkah gontai karena dia sudah sangat lemas. Battery empty, please recharge. Tenaga Nirmala sudah benar-benar tidak tersisa lagi kali ini sehingga Nirmala jatuh pingsan di depan sebuah rumah yang besar. Dengan mata yang samar-samar, Nirmala melihat ada seseorang yang mengangkat tubuhnya. Setelah itu, Nirmala sudah tak sadarkan diri. Saat bangun, Nirmala sudah berada di atas ranjang yang sangat empuk. Dia meregangkan tubuhnya alias ngulet. Battery full. Badan Nirmala sudah benar-benar segar sehabis tidur sehingga Nirmala memutuskan untuk bangun dari ranjang. Kamar itu begitu besar, luas, dan penuh dengan barang yang keliatannya mahal. Nirmala tidak berani menyentuh apa-apa karena takut ada yang pecah. Nirmala berjalan menuju ke pintu kamar yang sangat besar. Nirmala membuka pintu kamar itu dan berjalan keluar dari kamar. Nirmala menjelajahi rumah yang lumayan besar itu dan mencari si pemilik rumah yang mungkin tadi telah membawanya masuk ke dalam rumah.




Tapi, meski dicari kemana-mana, Nirmala tidak menemukan siapa-siapa di rumah itu. Jadi, Nirmala hanya duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Tiba-tiba Nirmala mendengar suara pintu terbuka. Seorang bapak masuk ke dalam ruang tamu.
"eh,,kamu udah bangun?".
"bapak siapa?", tanya Nirmala ketakutan.
"nama bapak,,Dirman,,kamu?".
"nama saya Nirmala,,kenapa saya ada disini?".
"tadi kamu pingsan di depan rumah bapak,,jadi bapak bawa kamu ke dalem rumah,,".
"maaf,,saya ngerepotin bapak,,".
"kenapa nak Nirmala bisa pingsan?".
"saya kesasar,,".
"oh,,kalo gitu,,nak Nirmala tinggal disini aja dulu,,".
"aduh,,maap pak,,saya gak mau ngerepotin,,".
"gak apa-apa,,pasti kamu lapar,,udah lah,,malem ini nak Nirmala tinggal disini dulu,,".
"tapi kalau saya tinggal disini,,apa istri bapak gak apa-apa?".
"oh,,nak Nirmala tenang saja,,istri bapak sudah gak ada,,".
"oh,,maap Pak,,saya gak bermaksud,,".
"ah,,gak apa-apa,,ayo nak Nirmala,,kita makan,,".




"gak usah Pak,,".
"kruukk,,,~~", bunyi dari perut Nirmala yang keroncongan membuat Nirmala tersipu malu.
"tuh kan,,udah ayo kita makan,,", Pak Dirman menarik tangan kanan Nirmala dan membawanya ke ruang makan. Sambil berjalan ke ruang makan, pikiran Nirmala bercabang menjadi 2. Yang satu, Nirmala deg-degan dan khawatir dengan Pak Dirman yang duda karena Nirmala teringat kejadian bersama ayah angkatnya. Sedangkan, pikiran Nirmala yang lain mengatakan kalau dia pergi malam ini, dia bakal kelaparan dan mungkin dia akan diperkosa oleh preman-preman yang sedang mabok. Jadi, Nirmala telah memilih untuk tinggal di rumah itu untuk semalam.
"gue nginep disini dulu deh,,kayaknya ni bapak gak punya pikiran macem-macem,,", pikir Nirmala. Pak Dirman memang terlihat seperti bapak yang baik, tapi who knows?.
"makanan sudah siap Pak,,", sapa orang yang ada di dekat meja makan.
"oh,,makasih To,,kamu sudah makan, To?".
"saya mah gampang, Pak,,saya permisi dulu ke belakang ya Pak,,".




Parto berjalan keluar dari dapur.
"ayo,,nak Nirmala,,mari makan,,".
"gak apa-apa nih Pak Dirman?".
"gak apa-apa,,hayo cepet,,mumpung masih anget,,". Pak Dirman duduk lebih dulu, disusul Nirmala yang masih agak malu-malu duduk di meja makan.
"ayo Nirmala,,gak usah malu-malu,,ayo makan,,".
"iya Pak,,". Pak Dirman mulai mengambil makanan sedangkan Nirmala hanya sedikit mengambil makanan karena Nirmala masih agak malu-malu.
"mm,,Pak Dirman,,saya boleh numpang ke kamar kecil?".
"oh boleh,,nak Nirmala terus aja terus belok kiri,,nah ruangan yang ada di kanan,,itu wc,,".
"makasih Pak,,saya permisi dulu,,".
"oh ya,,ya,,silakan,,". Nirmala mengikuti arahan petunjuk dari Pak Dirman sehingga dia bisa menemukan kamar mandi. Setelah buang air kecil, Nirmala mencuci tangannya di wastafel sambil menatap kaca yang ada di depannya. Nirmala melihat bayangan seorang gadis berparas cantik dengan kulit wajah putih merona. Bayangan itu tak lain dan tak bukan adalah dirinya sendiri.




Damn, my beautiful face. Nirmala berpikir kalau saja wajahnya tidak cantik mungkin hidupnya tidak seperti sekarang, mungkin dia akan hidup bahagia. Tapi, apa mau dikata. Wajah tidak bisa diganti, operasi plastik tidak mungkin Nirmala lakukan karena kantongnya hanya berisi angin saja alias boke'. Nirmala kembali lagi ke ruang makan dan duduk kembali di bangkunya.
"ayo nak Nirmala,,makan lagi,,".
"aduh,,saya udah kenyang Pak,,", kata Nirmala sambil meminum sisa air minumnya.
"bener nak Nirmala udah kenyang? gak mau nambah?".
"makasih,,Pak,,saya udah kenyang banget,,", Nirmala merasa matanya berat sekali dan mati-matian melawan rasa kantuk yang tiba-tiba menyerangnya.
"padahal gue baru tidur,,kenapa gue udah ngantuk lagi?", tanya Nirmala dalam hati. Nirmala mengucek-ngucek matanya.
"kenapa? nak Nirmala ngantuk?".
"iya nih Pak,,padahal saya baru istirahat,,".
"ya sudah,,Parto !!", Pak Dirman memanggil Parto. Dalam waktu sebentar, Parto sudah datang.
"ada apa Pak?".
"tolong antarkan Nirmala ke kamarnya,,".
"baik, Pak,,".




"mari,,nona Nirmala,,saya tunjukkan kamarnya,,".
"terima kasih Mas Parto,,Pak Dirman,,maaf,,saya tidur duluan,,".
"oh,,ya,,gak apa-apa,,nak Nirmala emang harus istirahat,,".
"saya permisi dulu ya Pak Dirman,,makasih banget,,udah bolehin saya makan,,".
"udah,,nak Nirmala istirahat sana,,". Nirmala berjalan di belakang Parto menuju ke kamarnya.
"disini,,kamarnya nona,,", Parto membuka pintu sebuah kamar yang dalamnya lumayan mewah.
"terima kasih,,Mas Parto,,". Nirmala masuk ke dalam kamarnya sementara Parto pergi meninggalkan Nirmala.
"akhirnya,,", baru saja Nirmala mengambrukkan tubuhnya ke kasur, dia langsung tertidur. Ternyata, ada yang memasukkan obat tidur ke dalam minuman Nirmala. Obat tidur itu bereaksi dengan cepat, namun hanya sebentar membuat orang tertidur mungkin hanya 1-2 jam saja. Nirmala terbangun dan menyadari kalau dia sama sekali tidak bisa menggerakkan kaki & tangannya. Tangan Nirmala terikat ke tiang ranjang dan kaki Nirmala terikat ke tiang ranjang yang lain sehingga kini, Nirmala dalam posisi X.




"tolong,,!!", teriak Nirmala kencang. Seseorang langsung masuk ke dalam kamar Nirmala.
"tolong saya,,Pak Dirman", pinta Nirmala dengan cemas. Pak Dirman mendekat ke arah Nirmala yang telanjang dan terikat ke ranjang.
"tolo,,", Nirmala berhenti meminta tolong ke Pak Dirman karena dia melihat Pak Dirman tersenyum licik dan tatapan matanya bagai srigala lapar.
"tol,,mmffhh,,", mulut Nirmala langsung dibukam oleh Pak Dirman.
"gak nyangka,,malem-malem,,dapet rejeki nomplok,,". Pak Dirman naik ke atas ranjang dan duduk di depan selangkangan Nirmala yang terbuka lebar. Pak Dirman menindih tubuh Nirmala lalu Pak Dirman melepaskan bungkaman di mulut Nirmala. Kemuan Pak Dirman langsung membungkam mulut Nirmala lagi, tapi kali ini dengan mulutnya. Pak Dirman mengulum bibir atas dan bibir bawah Nirmala. Lalu Pak Dirman melumat bibir Nirmala habis-habisan sambil terus memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Nirmala. Nirmala sadar dia tidak bisa melawan seperti kejadian-kejadian sebelumnya sehingga Nirmala sudah pasrah apa yang akan terjadi nantinya.




Pak Dirman benar-benar mencumbu Nirmala sepuas-puasnya karena Pak Dirman terus melumat bibir Nirmala dengan sangat bernafsu. Setelah puas menikmati bibir Nirmala, Pak Dirman bangkit dari atas tubuh Nirmala.
"badan kamu bagus banget,,".
"tolonngg !!".
"percuma kamu minta tolong,,mending kamu pasrah aja,,". Pak Dirman mencengkram kedua buah payudara Nirmala yang bentuknya sangat indah itu. Pak Dirman meremas-remas kedua buah payudara Nirmala sambil sesekali mencubit payudara Nirmala. Lalu Pak Dirman mendekatkan wajahnya ke payudara Nirmala, dia mulai menciumi, menggigiti, mencupangi, dan menjilati kedua buah payudara Nirmala beserta putingnya.
"oouuummhh,,", sebuah desahan keluar dari mulut Nirmala. Wajah Nirmala merah seperti kepiting rebus karena dia tidak bisa menahan malu, tadi dia menolak mati-matian, tapi kini dia malah mengeluarkan desahan karena Nirmala tidak bisa mengingkari betapa nikmatnya lidah Pak Dirman yang menari-nari di payudaranya.




Pak Dirman menurunkan ciumannya ke perut Nirmala. Pak Dirman mencucuk-cucukkan lidahnya ke pusar Nirmala. Lalu Pak Dirman menciumi perut Nirmala terus ke bawah hingga akhirnya sampai juga di lembah kenikmatan milik Nirmala.
"wangi,,wangi sekali,,", komentar Pak Dirman setelah dia menghirup aroma wangi yang semerbak di daerah selangkangan Nirmala. Pak Dirman turun dari ranjang, dia membuka ikatan kaki kiri Nirmala lalu Pak Dirman mengikat kaki kiri Nirmala lebih tinggi lagi kemudian Pak Dirman juga melakukan hal yang sama ke kaki kanan Nirmala sehingga sekarang kaki Nirmala menjulang ke atas bagai huruf V.
"nah,,kalo gini kan lebih gampang,,". Pak Dirman naik lagi ke atas ranjang dan posisi kepalanya sudah berada di antara paha putih nan mulus Nirmala. Pak Dirman memulai dengan mengecup klitoris Nirmala berulang kali sehingga sebagai respon, tubuh Nirmala menggelinjang.
"sekarang enak kan? makanya,,kamu gak usah ngelawan lagi,,", ejek Pak Dirman.




Nirmala merasa seperti wanita murahan karena dia begitu menikmati lidah Pak Dirman yang sekarang sudah menjelajahi sekitar vaginanya.
"mmmhhh,,", desah Nirmala pelan. Pak Dirman melebarkan kedua bibir vagina Nirmala sehingga Pak Dirman bisa melihat bagian dalam dari vagina Nirmala yang masih terlihat merah menggoda.
"jangan-jangan kamu masih perawan ya? beruntungnya malem ini,,". Lidah Pak Dirman sudah mengaduk-aduk liang vagina Nirmala.
"ooohhhh,,!!", erang Nirmala mendapatkan orgasmenya. Pak Dirman tidak percaya dengan rasa cairan vagina Nirmala. Manis, gurih, dan sedikit rasa asin tercampur dengan komposisi yang sangat pas sehingga Pak Dirman mengais-ngais sisa cairan vagina Nirmala hingga tak ada sisa setetes pun. Tonjolan di celana Pak Dirman sudah sangat besar yang menandakan kalau Pak Dirman sudah horny berat. Pak Dirman langsung melucuti pakaian dan celananya sendiri sampai perutnya yang buncit bisa dilihat oleh Nirmala. Nirmala sangat kaget melihat apa yang mengacung tegak di bawah perut Pak Dirman.




Penis pertama yang Nirmala lihat adalah penis ayah angkatnya, dan penis Pak Dirman lebih besar.
"jangan,,", lirih Nirmala pelan. Pak Dirman tidak mengindahkan Nirmala, Pak Dirman malah sudah bersiap-siap mencoblos vagina Nirmala. Kepala penis Pak Dirman sudah berada di depan lubang vagina Nirmala.
"tidaakk,,!!", teriak Nirmala dengan suaranya yang lemah lembut. Air mata Nirmala mengalir dari kedua matanya karena Nirmala tau kalau keperawanannya sudah tak terselamatkan lagi karena dia tidak bisa melakukan perlawanan. Pak Dirman mendorong penisnya ke dalam vagina Nirmala. Perlahan tapi pasti, penis Pak Dirman menyusup masuk ke dalam vagina Nirmala.
"uugghh,,sempithh,,", celoteh Pak Dirman sambil menekan penisnya ke dalam vagina Nirmala yang sangat kuat menjepit penis Pak Dirman karena vagina Nirmala masih sempit dan rapet..pet..pet. Good bye virginity, welcome paradise. Nirmala merasakan ada yang robek di dalam vaginanya.




"nngghh,,,", Nirmala terus menangis sambil meringis kesakitan yang luar biasa karena Nirmala merasakan vaginanya seperti terbakar dan melebar hingga semaksimal mungkin. Penis Pak Dirman sudah sepenuhnya berada di dalam vagina Nirmala, Pak Dirman merasakan liang vagina Nirmala memijit & menjepit penisnya dengan sangat kuat.
"oohh,,enak banget,,", desah Pak Dirman. Lalu Pak Dirman melihat ke arah penisnya, ada sedikit darah yang menyelip keluar dari vagina Nirmala.
"ternyata,,kamu bener-bener masih perawan ya,,gak nyangka,,saya beruntung banget malam ini,,". Nirmala hanya menangis saja.
"kalo gitu,,maennya pelan-pelan aja ya,,". Pak Dirman mulai memaju-mundurkan pinggulnya dengan sangat pelan.
"heenngghh,,", Nirmala masih merasakan pedih sekaligus sedih. Sekarang penis Pak Dirman keluar masuk vagina Nirmala lebih cepat dari sebelumnya dan terus bertambah cepat hingga mungkin 8 kali/detik. Sambil mengaduk-aduk vagina Nirmala yang luar biasa sempit itu, Pak Dirman membelai kedua buah payudara Nirmala dengan lidahnya.




"uummmhhh,,", Nirmala mendesah karena rasa pedih yang dia rasakan sudah hilang sehingga hanya tinggal rasa nikmat saja yang Nirmala rasakan. Air mata Nirmala pun sudah tidak keluar lagi karena mata Nirmala sudah kering.
"nah,,mulai enak ya?", ejek Pak Dirman melihat Nirmala yang mulai keenakan. Rasa malu dan hina menyerang Nirmala sehingga Nirmala menolehkan kepalanya ke kiri dan menutup matanya, tapi Nirmala tidak bisa berhenti mendesah karena itu adalah lolongan jiwanya. Pak Dirman menciumi leher Nirmala membuat Nirmala merinding karena geli.
"aaahhh,,", aliran listrik menjalar di sekujur tubuh Nirmala yang menandakan kalau dia sudah mencapai orgasme pertamanya.
"ccppllkk,,ccppllkk,,", suara penis Pak Dirman yang keluar masuk vagina Nirmala yang kini sudah becek gara-gara cairan vagina Nirmala sendiri. Jepitan vagina Nirmala dan rasa hangat dari cairan vagina Nirmala membuat Pak Dirman betah membiarkan penisnya berlama-lama di dalam vagina Nirmala sehingga Pak Dirman menggenjot vagina Nirmala dengan tempo yang lambat.




"ooohh,,yeesshh,,", erang Pak Dirman karena dia sedang menembaki rahim Nirmala dengan spermanya. Pak Dirman benar-benar puas menikmati permainannya dengan Nirmala yang baru saja selesai. Meskipun berkeringat, tapi tubuh Nirmala tetap mengeluarkan aroma wangi yang enak untuk dihirup.
"ploop,,", Pak Dirman mencabut penisnya dari vagina Nirmala. Cairan merah muda langsung meleleh keluar dari vagina Nirmala. Cairan merah muda itu dihasilkan dari campuran darah keperawanan Nirmala, cairan vagina Nirmala, dan sperma Pak Dirman yang tercampur dengan rata di dalam vagina Nirmala.
"wah,,udah jam 2 malem,,besok harus bangun pagi,,kita lanjutin besok ya,,hehe", kata Pak Dirman sambil mencubit pipi Nirmala yang halus itu. Lalu Pak Dirman meninggalkan Nirmala yang masih terikat ke ranjang. Nirmala menangis lagi karena keperawanannya baru saja direnggut oleh Pak Dirman, orang yang baru saja dia kenal, mending kalau ganteng, wajah Pak Dirman sama sekali tidak ada sisi bagusnya.




Pak Dirman kembali lagi ke kamar Nirmala.
"saya lupa,,". Pak Dirman memegang dildo yang besar di tangan kanannya dan memegang lakban serta gunting di tangan kirinya. Pak Dirman mendekat ke Nirmala, lalu Pak Dirman menancapkan dildo ke vagina Nirmala.
"nnghh,,", Nirmala menahan pedih karena dildo itu lumayan besar. Batang dildo itu sudah tertanam di dalam vagina Nirmala, lalu Pak Dirman menekan tombol on yang ada di pangkal dildo.
"mmmhhh,,", Nirmala mendesah ketika dildo itu mulai bergerak-gerak dan berputar-putar di dalam vaginanya. Pak Dirman menutupi pegangan dildo itu dengan lakban secara horizontal & vertical sehingga membentuk tanda '+'.
"selamat tidur ya,,bidadari cantik,,hehe,,", Pak Dirman meninggalkan Nirmala yang terikat ke ranjang dengan dildo yang mengobok-obok vagina Nirmala. Orgasme demi orgasme Nirmala dapatkan dari dildo yang terus mengobok-obok vaginanya semalaman sampai-sampai tenaga Nirmala habis sehingga Nirmala pun pingsan.




Cerita Dewasa : Lakban membuat dildo itu tidak bisa bergerak kemana-mana sehingga dildo itu tertancap di vagina Nirmala sampai keesokan pagi. Tiba-tiba pintu kamar Nirmala terbuka, dan masuklah seseorang yang sudah tidak asing lagi ke dalam kamar Nirmala.
"hehehe,,", orang itu tersenyum licik melihat tubuh putih mulus Nirmala yang terbaring lemah & tidak berdaya di atas ranjang.
"bakalan puas nih,,hehe,,".

Anggi Gadis 11 Tahun Yang Di jadikan Boneka Sex Oleh ke 3 Kakak Kandungnya


Bagi Rekan Semua yang Rutin Mengikuti Cerita Boogil tentu masih ingat dengan Cerita Boogil yang Berjudul Di Perkosa Pasien Cantiku nah cerita boogilvirgin dibawah ini adalah Kisah Dimana Anggi sipemeran utama untuk pertama kalinya di jadikan boneka sex oleh ke 3 kakaknya yang Hyper Sex!!!

boogilvirgin.blogspot.com - Anggi kecil terseok2 menapaki tepi jalan menuju rumahnya. Hari masih sangat pagi cenderung gelap. Masih jam 4.30 pagi. Setelah turun dari kereta akhirnya dia bisa bebas dari co2 brengsek yg memaksanya ngoral di angkot dan menggerayanginya di dlm gerbong kereta.
Rambut dan tubuhnya sdh sangat acak2an. Bau sperma sangat kuat. Dan ceceran sperma yg lengket di sana-sini tampak mengotori kulitnya yang seputih susu. Gadis kecil itu berjalan lunglai. Dia sudah gak punya ongkos lagi. Sehingga mau tak mau dia harus berjalan kaki lumayan jauh dari stasiun ke rumahnya.

Akhirnya tiba juga,gerbang msh digembok. Anggi menekan bel 2-3 kali. Dilihatnya kamar sony menyala. 2 menit kemudian sony yg masih sangat mengantuk terburu2 sdh membuka pintu gerbang untuknya.

“ANGGI!!!!!!” sony berteriak panik melihat kondisi adik tercintanya yg bersandar di pintu gerbang. “kamu kenapa sayang/????” teriaknya.

Segera dipeluk dan dipapahnya tubuh lemah anggi ke dlm kamar. Bau dan ceceran sperma di sekujur tubuh anggi membuat sony segera paham apa yg baru saja menimpa adiknya.

“kamu mandi dulu ya sayang? Badan kamu kotor dan bau sperma banget.” Kata sony sedih.

Dinyalakannya air hangat di bath up. Ditelanjanginya tubuh anggi yg lunglai kelelahan setelah seluruh kejadian perkosaan kemarin sore dgn gurunya, lalu di angkot, dan pelecehan sexual di gerbong kereta. What a nightmare for her……………….. Lalu perlahan dibopongnya tubuh anggi masuk ke dalam bath up yg telah berisi air hangat. Anggi hanya memejamkan matanya dgn pasrah. Sdh terbiasa dgn kasih sayang kakak kandungnya sony ini.


*************
Dan inilah awal Tragedi nasib buruk yang menimpa anggi, Kebiasaan sony melihat film film porno dan selalu melampiaskan syawatnya dengan onani, maka ketika melihat tubuh molek anggi ketika sudah mulai telanjang di bath up, gejolak birahinya memuncak dan iblis mulai membisikan dengan kalimat yang menggairahkan.
Anggi begitu pasrah saja ketika sony membopongnya kembali masuk dalam kamar dan mensetubuhinya.

Tiba tiba dipintu kamar berdiri januar dan farid dengan raut muka yang campur aduk antara marah dan kaget.
Sementara di atas ranjang sony dengan penis yang masih tegak berdiri dan mulut belepotan cairan vagina anggi, kaget tak bisa merubah posisi.
Begitu juga dengan anggi yang telentang di bawahnya dengan kaki yang mengangkang, kaget dan tak bisa merubah posisinya.

Semenit kemudian ke 4 kakak-beradik itu baru sadar dari keterkejutan masing2, Sony beringsut menepi, sehingga januar dan farid dengan mudah melihat vagina anggi yang kemerah2an karena sudah orgasme berkali2.

“kamu ngapain son?” bentak januar memecah kekagetan.

Sony tertunduk malu, tapi penisnya masih terus tegak berdiri krn sudah konak berat.

“kamu ngapain gi?! Kamu ml sama sony?! Pantesan kamu berdua nempel terus kayak perangko!!

Kemana2 dipangku! Kemana2 dipangku!! Ternyata ini kerjaan kamu berdua hah?!” januar tampak marah sekali.

Tapi jelas terlihat matanya mulai memerah dan air liurnya menetes keluar memandangi keindahan tubuh anggi yang masih telentang di bawah sony.

Anggi bangkit dan kelabakan mencari baju baby doll nya. Diambilnya serabutan untuk menutupi dada dan kemaluannya. “anggi…………… anggi………….” Anggi gemetar dan kebingunan.

Sony diam seribu basa. Sementara farid sama seperti januar sudah terlihat kalap menikmati indahnya tubuh adiknya. Januar dan farid masuk.

“kunci pintunya rid!” perintah januar.

Bagai serdadu farid mengikuti perintahnya. Januar dan farid ikut naik ke ranjang anggi. Anggi yang ketakutan dan malu jadi terpojok dikelilingi ke 3 kakak lelakinya.

Tanpa berkata2 januar langsung menerkam anggi. Ditindih dan diciuminya sekujur tubuh anggi yang mulus putih mengkilap. Tangannya menjelajah ke sekujur tubuh anggi.
Meremas2 buah dada dan kemaluan anggi.
Jemarinya langsung menyelip masuk dan mengocok lubang kemaluan anggi.
Anggi kaget dan meronta2, tapi januar jelas lebih tangguh dan lebih perkasa darinya.

“Diam kamu gi!! Atau aku laporin ke mamah papah nanti kamu berdua suka ngentot di kamar kamu!!” hardiknya.

“jangan kak……….. jangan……….. ahh………….. aaaaahh………….” Anggi berusaha melepaskan diri.

Tapi farid langsung memegangi kedua tangan anggi dan menariknya ke atas.
Sementara sony yang baru sadar dari rasa kaget dan malunya segera tau apa yang sudah menghinggapi januar dan farid.
Sony langsung on lagi. Dipeganginya kaki anggi yang menendang2 januar. Anggi kelabakan mendapat serangan bertubi2 dari ke 3 kakaknya.

Gadis kecil berumur 11 tahun ini meronta2 dan menjerit2. tapi apalah dayanya melawan keganasan ke 3 kakaknya yang sudah dihinggapi oleh setan jalang semua. Anggi hanya bisa menjerit2 tak berdaya sementara sekujur tubuhnya dinikmati ke 3 kakaknya. Januar langsung memelorotkan kaos, jeans dan cd nya. Penisnya jauh lebih besar dari milik sony yang masih telanjang bulat.

Tanpa babibu lagi diterkamnya tubuh mulus anggi. Dihujani dengan cupangan dan gigitan. Dibentangkannya kedua kaki putih jenjang anggi, dan dengan sekali tekan ditusuknya kemaluan anggi dengan penis besarnya.

“kak januaaaaaaaaaar………………………… AAAAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrgggggggggg ggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!” jeritan anggi melengking keluar.

Januar tak peduli, langsung dihajarnya kemaluan merah muda itu dengan ganas. ditekan sedalam2nya dan disodok ke kanan-kiri.

Sony dan farid yang menonton pertunjukan live itu meneguk liur berkali. Mata mereka melotot menyaksikan keganasan januar pada anggi yg tak berdaya. Penis mrk menjadi sangat tegang demi mendengar lenguhan anggi tiap kali disodok oleh januar. Farid segera membuka bajunya. Biarpun dia cowok termuda tapi ukuran penisnya hampir sama besar dengan sony. Di dekat wajah anggi dia memasturbasi penisnya. Melihat itu sony tak mau kalah,Langsung didudukinya wajah anggi dan dipaksanya anggi untuk mengemut penisnya. Anggi yg masih polos menggeleng2kan kepalanya.
Tapi krn sodokan januar begitu keras hingga dia berteriak “Aaaaaaaaahhhhhhhhh…..” sony langsung menyelipkan penisnya ke mulut anggi.

Kini tubuh putih belia itu secara bersamaan dinikmati oleh kakak pertama dan keduanya. Sementara farid menonton itu semua dengan takjub. Dia kasihan melihat anggi yang kepayahan diperkosa kakak2nya, tapi juga ngiler berat melihat semua itu. Pemandangan kakak beradik telanjang dan bergumul dengan dashyat memang sangat menggiurkan siapapun.

Setelah hampir 20 menit menyodok lubang kemaluan anggi, januar akhirnya mengerang dengan dashyat. Ditanamnya dalam2 penisnya di kemaluan anggi. Lalu dia beringsut menjauh. Duduk menyandar tembok. Sony segera mengambil alih posisi. Segera ditusukannya penisnya yang sdh sangat ngiler itu ke dlm lubang anggi yang masih peret. Langsung digoyang dan ditusuknya bertubi2 tanpa ampun.
Sementara farid langsung menaiki wajah anggi dan kembali memaksa anggi untuk meng-oral nya. Ketiganya bergerak tanpa ampun ditunggangi nafsu birahi. Yang terdengar hanya rintihan dan lenguhan anggi menahan rasa sakit.
Akhirnya sony pun memuntahkan lahar spermanya di dalam kemaluan anggi. Rasa cinta dan nafsunya terpuaskan sudah.

“Buruan! Gantian!” teriak farid.

Dan ronde ke 3 pun dimulai. Farid yang ternyata rajin nonton bokep juga piawai memainkan tubuh anggi. Digoyangnya anggi dengan penuh semangat. Anggi merintih menahan sakit. Air mata bergulir di pipinya yang putih merona merah. Tubuhnya basah oleh keringatnya dan ke 3 kakaknya. Kaki jenjangnya berayun2 ke atas seirama tusukan farid di kemaluannya. Sementara januar dan sony asik menonton sambil menghisap rokok bersandar tembok. Keduanya sangat menikmati tontonan indah itu. Farid semakin cepat dan semakin bergairah memperkosa anggi. Biarpun ke 2 kakaknya telah mengisi lubang kemaluannya, tapi spt nya seluruh muntahan sperma mereka sdh terhisap masuk ke dalam rahim adiknya itu. Lubang kemaluan itu sangat kering, hangat dan peret. Sungguh2 luar biasa………

Setengah jam kemudian akhirnya farid pun memuntahkan sperma kuningnya di dalam kemaluan anggi. Nafasnya tersengal2 penuh kenikmatan dan langsung menjatuhkan tubuhnya memeluk tubuh anggi yang telah basah oleh keringat dan sperma mrk.

Diciuminya bibir, wajah dan dada anggi yang kini telah penuh dengan bekas cupangan merah hitam. Sungguh cantik dan indah nian tubuh adik bungsunya ini.

Setelah berjuang melayani nafsu binatang ke 3 kakaknya selama hampir 2 jam ini, anggi pun runtuh lemas. Air mata bening membasahi ke dua pipinya. Penis farid masih berada di dalam kemaluannya. Rasanya sangat panas dan perih.

“wah…..keluar darahnya tuh…..” januar kembali membuka pembicaraan sambil melihat lebih dekat pada penis farid yang masih menancap di vagina anggi.

Sony ikut2an melihat. “oh iya……… ini ya yang namanya darah perawan?” tanya sony.

Januar mengangguk.

“berarti kamu belum pernah ml sama anggi, son?” tanya januar.

Sony menggeleng, “belum.

Baru mau malem ini. Ternyata kakak duluan.” Januar ngakak.

“Siapa yg nggak ngiler ngeliat body dan kecantikan anggi?

Dari dulu gw kali coli juga mbayangin ml sama anggi! Hahahhaha.”

Keduanya tertawa. Farid bangkit dan menarik penisnya yg masih tegang dari lubang vagina anggi.

“Gile, burung lu masih tegang rid?” tanya januar.

“hebat lu kecil2 cabe rawit.” “iya, gw bisa coli 5-10 kali semalem. Soalnya sulit tidur nih burung.” Kata farid bangga. Farid lalu bergeser mendekati wajah anggi yang masih terpejam.

“Gi…… isep lagi dong gi. Enak banget bibir kamu.”

“Nggak maaaauummmmmmmmmmmmmmm…………. Mmmmmmmmmmmmmhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!” farid langsung menancapkan penis tegangnya di mulut anggi yang memerah.

Dimiringkannya kepala dan tubuh anggi, sehingga farid bisa bersender di tembok bersama ke 2 kakaknya dengan bibir anggi yang terus mengemut penisnya yang berbau sperma, cairan vagina dan darah keperawanannya.

“goood……….. good………. Gooooooood………….. coba begini dari dulu. gw kan ga perlu jajan di luaran. Hahahahhaha, “ farid dan januar ngakak.

Sony hanya tersenyum simpul. Meski rasa cemburunya memuncak melihat farid dengan asik memaju-mundurkan kepala anggi di selangkangannya. Meski ia merasa nggak rela keduluan januar utk menikmati tubuh anggi. Meski panasnya asmara dia & anggi, kini berubah jadi pesta sex mereka ber 4, tapi sony tak berdaya. Januar kakaknya dan farid adiknya. Seperti dia tau, SEMUA CO pasti konak & ngiler melihat kecantikan dan keindahan tubuh anggi, adiknya.

Malam itu mrk tidur ber 4 telanjang bulat. Semua memeluk tubuh anggi yang putih mengkilat. Kamar anggi dipenuhi bau keringat, nafsu dan sperma. Dan malam itu siapapun yang terbangun, secara bergantian akan kembali melampiaskan nafsu bejat mereka pada kemaluan anggi yang terus mengeluarkan darah. Sprei putih itu jadi acak2an dan dipenuhi bercak2 darah dan sperma di sana-sininya. Sejak malam itu, jadilah anggi pemuas nafsu ke 3 kakaknya. Kapanpun dan dimanapun mereka mau, pagi siang sore malam, di kamar, di ruang makan, di dapur, di taman, bahkan di manapun mereka meminta, anggi dengan pasrah akan melayani mrk.

Anggi sungguh takut dan muak dengan nafsu binatang mrk. Tapi anggi tak berdaya krn mrk mengancam akan menceritakan hal ini ke mamah papah mrk. Lebih gilanya lagi adalah bahwa ke 3 kakak lelakinya SEMUA adalah CO2 HIPERSEX yang selalu dan selalu konak melihat kecantikannya.

Setiap hari minimal anggi melayani mrk 1 per 1 (minimal sehari 3x ml) dan kadang mrk menikmati tubuh anggi bersama2. Sambil nonton bokep, anggi dipanggil. Lalu ditelanjangi. Ditidurkan di meja jepang depan tv. Lalu diperkosa beramai2. Kadang sambil mereka makan dan memegang piring, mrk meminta anggi untuk meng-oral mereka sampai mrk memuntahkan sperma.
Kadang saat anggi belajarpun, januar memaksa anggi untuk membaca di atas pangkuannya. Lalu januar akan mencopot cd nya dan anggi dan memasukkan penis besarnya ke lubang vagina anggi. Januar lalu menaik-turunkan tubuh adiknya yg tengah belajar itu di pangkuannya sampai dia orgasme.

Pokoknya anggi menjadi pusat pelayanan kenikmatan ke 3 kakaknya. Tubuh indah itu menjadi sasaran pelampiasan nafsu binatang mrk kapanpun dan dimana pun mrk mau. anggi sungguh sedih dan meratapi nasibnya sebagai pemuas nafsu ke 3 kakaknya. Tapi ancaman kakak2nya membuatnya takut mengadu pada mamahnya.

Anggi hanya bisa pasrah menjalani seluruh siksaan seksual kakak2nya.

“gi……. Sini sayang……..” panggil sony.

“anggi lagi capek kak…………….” Jawab anggi lirih.

“sebentar aja. Sini sayang….” Anggi pun mendekat.

Anggi mengenakan tank top putih dan celana pendek putih.

“sini cantik……” sony yg tengah menonton tv langsung merengkuh tubuh jenjang itu.

Diciuminya anggi sambil meremas2 buah dadanya.

“aku kangen banget sama kamu cantik……” disingkapnya tank top anggi dan langsung dikemutnya buah dada anggi dengan penuh nafsu. Anggi Cuma pasrah saja. Tangan sony lalu mencopot celana pendek dan cd anggi. Lalu tank topnya. Kini anggi sdh telanjang bulat di dalam pangkuannya.
Sony yang memang mencintai anggi sebagai kekasih menghujani anggi dengan segenap nafsu birahinya. Dicopotnya kaos dan celananya dan diambleskannya penisnya ke kemaluan anggi yang duduk di pangkuannya. Anggi melenguh dashyat.

“ayo goyang gi……… puasin nafsuku gi……….. tubuhmu milikku gi……….. aaaah……… aaaahhhh…..” sony menaik-turunkan tubuh anggi.

Anggi pun mengimbangi dengan bergoyang naik turun. Bibir sony menyedot dan mencupang2 buah dadanya yg mungil. Sementara anggi menciumi wajah sony dan memeluknya dengan hangat. Keduanya terus bergoyang seiring nafsu setan mrk.

Mendengar desahan2 pergumulan adik2nya januar muncul. Tak seperti dulu, kini sony tak menghentikan kegiatannya. Terus dinikmatinya tubuh anggi dengan nafsu binatangnya. Anggi pun sdh terbiasa di 3 some dan membiarkan januar bergabung. Tapi sony dengan penuh kecemburuan langsung melotot. Sambil terus menaik-turunkan pinggang dan melumat2 dada kecil anggi, sony melotot ke januar.

“Sana lu. Gw mau berduaan doang sama anggi. Ngikut terus lu!” hardiknya pada januar.

Januar Cuma nyengir. “Iyee…iye… duh segitu cemburunya luh.

Heh anggi adek kita sendiri. Inget tuh. Adek sendiri ya dinikmati bersama dong!” Sony melengos dan meneruskan aktivitasnya.

Dia memang benar2 mencintai anggi. Dan si kecil anggi juga mulai merasakan kalo sony begitu cemburu tiap kali harus berbagi dengan januar dan farid. Tiada hari anggi yang bisa lepas dari sony. Sampai mandi pun harus sony yang memandikan dan seperti biasa, tiap mandi itu sony selalu menikmati sex yang hebat bersama anggi.

Kini Anggi yang mulai pintar bermain sex terus menggoyang penis sony di dalam kemaluannya. Sony terus menyusu di dada mungilnya dan membuat banyak cupang di leher dan dadanya. Sementara januar duduk di sofa menonton 2 adiknya yang tengah ngentot.

“Aaaaaah…….. nggi………. Aku udah mau keluar gi………….” Desah sony.

Anggi makin mempercepat goyangannya sehingga kemaluan mereka mengeluarkan bunyi slep slep slep…

“aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhh anggggggggiiiiiiiiii!!!!!!!!!!!!!!!!!!” sony berteriak histeris.

Direnggutnya tubuh indah anggi. Didekapnya kuat2. ditekannya anggi sedalam2nya ke penisnya yang menyemprotkan lahar panas spermanya. Anggi melenguh keras menikmati muntahan sperma kakaknya itu. Walaupun sudah puas menikmati tubuh anggi, sony tetap memeluknya kuat2 dan tak mau melepaskannya. Dipangkunya anggi penuh kasih sayang. Tubuh keduanya berkilat oleh keringat dan dari vagina anggi meleleh sperma kental milik sony. Sony terus memeluk dan menciuminya.

Januar meneguk ludahnya berkali2. dia jelas2 sangat terangsang menonton pertunjukan live barusan. Penisnya sudah tegak berdiri dan dia sangat ingin segera menikmati tubuh adiknya. Tapi dia tau sony sangat cemburuan. Dan kalo lagi angot, sony resekh. Dia harus tau cara yang tepat agar sony lebih flexible membiarkan anggi dientotin januar kapan saja januar mau. Januar berpikir. Akhirnya januar mengambil 3 kaleng coca cola dari kulkas. Didekatinya ke 2 adiknya.

“Minum nih.” Lalu januar duduk tepat di samping sony.

“Gi….. puasin gw juga dong. Lu barusan belum puas kan?” rayunya.

Anggi nggak paham arti “puas”, dia Cuma tau sering mendadak gelap mata dan melihat dunia berputar cepat tiap kali melayani kakak-kakaknya. Anggi Cuma tersenyum. Dia tau sony super cemburuan. Sering januar dan farid harus menunggu sony pergi dulu untuk minta ml sama dia.

Sony menatap anggi. “sayang emang belum puas barusan?” tanyanya.
Karena ngga paham, anggi tersenyum aja.
Sony cemberut. “Ya udah deh, puasin anggi deh jan.” gerutu sony.

“oceeee…..” januar tersenyum.

Tubuh anggi langsung direnggut dari pangkuan sony.

“sini sayang……” dibopongnya anggi ke meja makan. Ditelentangkannya tubuh anggi di atas meja makan persegi 4 itu. Sony mengekor dari belakang.

“sekarang kamu makan malamku anak cantik…….. kamu cantiiiiiiiiiiiiiik sekali……..” januar membuka semua bajunya. penisnya belum terlalu tegang.

“kamu makan malamku, aku makan malam kamu ya sayang.” Januar langsung naik juga ke meja makan.

Bergaya 69 dgn tubuh mulus putih anggi di bawahnya. Langsung dilumat2nya kemaluan anggi yang masih dipenuhi sperma sony. Anggi pun melumat2 penis januar yang langsung tegang begitu menyentuh bibir anggi.
Sony menonton di kursi meja makan. Tubuh januar dan anggi tepat melintang di hadapannya. Sungguh menggairahkan sony.

Karena dioral begitu hebat oleh januar, anggi pun berkali2 orgasme. Januar pun sudah sangat konak tapi bertahan supaya anggi terus mendapatkan orgasmenya. Setelah 5x anggi meraung2 dan kejang2 oleh orgasme yang hebat, akhirnya januar memuntahkan lahar sperma kuningnya di dalam mulut anggi.

“Telen gi………. Telen sayang…….. telen semuanya……………” tekan januar.

Mulut anggi dipenuhi sperma januar hingga meleleh ke pipi dan jatuh ke meja makan. Keduanya terhempas dalam kenikmatan.

Tiba2 farid muncul habis main basket di sekolahnya. Badannya basah oleh keringat yang menempel di kaos dan celana pendeknya.

“waaaaaa…. Pesta neh. Ikutan dong.” Soraknya. “tapi aku lagi males bergoyang gi. Oral aku aja ya. Sini.” Farid duduk di kursi meja makan menghadap meja. Ditariknya tubuh anggi dari bawah tubuh januar. Lalu didudukkan di lantai di bawah meja makan. “Oral gw gi.” Mintanya. Anggi menurut. Dipelorotkannya celana basket farid. Penis kakaknya sudah berdiri tegak dibalik cd nya. Anggi menciumi dan memelorotkan cd itu dan mulai mengoralnya.

Sony yang duduk di samping farid mengelus2 rambut dan dada anggi. Sony sebenernya cemburu tiap farid dan januar make anggi. Tapi dia juga sadar, dirinya pun make tubuh anggi untuk sex walaupun kini dia bener2 mencintai adik kandungnya itu. Suara mulut anggi yang dipenuhi sperma januar, air liurnya dan penis farid berbunyi sangat menggairahkan di bawah meja. Sementara farid, januar dan sony terus ngobrol di meja makan. Cuma berkali2 farid tampak gelagapan menjawab krn tubuhnya dijalari kenikmatan yang tiada taranya. Kadang2 farid juga melenguh2 tak karuan membuat januar dan sony ngakak. Keringat kembali mengucur deras. Penis Farid memang tahan lama.

Hampir 1 jam dan farid masih bisa bertahan sambil ngobrol dengan ke 2 kakaknya. Baru setelah semakin lama, kedua tangannya turun dan menggoyang2 kepala anggi maju mundur dan meremas2 toket anggi. Tampaknya farid sudah terangsang berat. Dan......

“Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh hh…………………mmmmmmmmmmhhhhhhhhhhhhhh………………. Aaaaaaaaaahhhhhhhhhhh…………. Giiiiiiiiiiiiiiii………………. Enak banget mulut lu giiiiiiiiiiiii………………mmmhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.” Ceracau farid keras.

Ditekannya kepala anggi sedalam2nya ke penisnya yang muntah2. 5 menit kemudian setelah farid lepas dari orgasmenya, ditariknya tangan anggi ke atas. Mulut anggi belepotan sperma januar dan farid. Meleleh jatuh ke pipi, leher, dada dan perutnya yang putih mengkilat.

Anggi memang boneka sex yang sangat cantik, putih, indah dan sempurna untuk siapapun yang memakainya. Sungguh indah. Sangat cantik…..

Sony langsung menggapai tubuh semampai anggi. Dipeluk dan dipangkunya adik kecilnya itu. Belepotan sperma januar dan farid di bibir, pipi, leher, dada dan perut anggi diseka dengan jarinya lalu dimasukkan ke mulut anggi seperti bila anggi mengoral penis keluar masuk. Terus sampai habis semua sisa2 sperma.
Di dalam pangkuan sony anggi memang tampai sangat cantik. Dia tidak lagi seperti anak 11 tahun, tapi sdh mirip gadis kecil berkulit putih mengkilat, buah dada yang baru tumbuh dengan pentil merah muda, bibir merah muda, leher jenjang, sepasang bola mata besar dan hidung mancung. Sungguh mirip artis nabila, Cuma lebih muda anggi. Pantas bila ke 3 kakaknya tergila2 pada anggi.

SEMUA CO pun pasti konak melihat kecantikan dan kemolekannya.

Hari berganti bulan, tak terasa sudah 1 tahun lebih anggi menjalani kehidupan pelecehan sexual dari ke 3 kakaknya. Tiap malam mereka tidur ber 4 di kamar anggi. Bergantian mereka menunggangi tubuh putih mulus anggi atau bibir anggi. Tiap hari pula anggi harus selalu rela melayani nafsu sexual ke 3 kakaknya. Kadang sambil menonton tv atau makan malam atau terima telpon pun, kakak2nya menyusu di toketnya yang mungil, mencupangi toketnya, atau mengocok kemaluan anggi dengan jari2 mereka yang panjang. Sering juga anggi harus tidur dengan bibir januar menyusu ke toket kanannya, farid di toket kirinya dan sony di vaginanya yang mengangkang, sampai pagi…… Description: Anggi Gadis 11 Tahun Yang Di jadikan Boneka Sex Oleh ke 3 Kakak Kandungnya Rating:4.5 Reviewer: Juragan Seo - ItemReviewed: Anggi Gadis 11 Tahun Yang Di jadikan Boneka Sex Oleh ke 3 Kakak Kandungnya